jalan-jalan perlu persiapan

Kalau sudah bicara jalan-jalan, saya dan suami termasuk pecinta aktivitas ini. Menjadi orangtua pun nggak membuat kami stop untuk melakukan jalan-jalan ke luar kota. Meski tentu saja pertimbangan dan persiapan yang dibutuhkan jauh lebih banyak dibanding saat anak kami belum lahir, ya.

Kalau jaman single atau belum punya anak pasti bisa melakukan yang namanya ‘random traveling’ alias jalan-jalan dengan persiapan minimal, seperti hmmm baru memutuskan mau ke kota A beberapa jam sebelum berangkat. Kalau sekarang, rata-rata perjalanan yang kami lakukan sudah kami siapkan berbulan-bulan sebelumnya.

Image

Perjalanan pertama bersama Kira, anak kami, kalau nggak salah saat dia berumur 7 bulan di bulan Mei bulan Juni 2012 lalu. Rutenya nggak jauh. Yogyakarta dengan pesawat. Selanjutnya cukup banyak perjalanan yang kami lakukan. Rata-rata dengan pesawat. Pernah juga menggunakan kereta dan mobil, namun durasi perjalanan belum pernah lebih dari enam jam. Sejauh ini rasanya kami sudah melakukan perjalanan sekitar 7-8 kali dan Kira belum genap 2 tahun. Terakhir awal Agustus lalu, saat Lebaran di Balikpapan, Kalimantan Timur. Banyak atau sedikit sih pasti relatif, yah. Mungkin banyak pasangan dengan anak di bawah dua tahun yang lebih sering dari kami. Keuntungannya? Harga tiketnya nggak penuh dan kita nggak tergantung jadwal liburan sekolah.

Image

Nah, sekarang saya mau berbagi tips ‘jalan-jalan bersama batita’ berdasarkan pengalaman kami.

  • Buatlah daftar barang yang harus dibawa. Demi kenyamanan dan supaya saya bebas dari gelisah, saya selalu bikin daftar barang yang akan kami bawa. Daftar ini saya cetak, lalu saya berikan ke mba pengasuh Kira. Meski ia tidak ikut perjalanannya, tapi daftar seperti ini ngebantu proses kemas-kemas jadi lebih singkat. Bayangin aja kalau semua daftar ada di kepala dan (biasanya) saat waktu semakin mepet, otak juga mulai hang. Bisa gila urusan per-packing-an ini!
  • Berkemaslah beberapa hari sebelum berangkat. Kalau sebelum punya anak punya kebiasaan berkemas beberapa jam sebelum berangkat. Percayalah sebaiknya tinggalkan kebiasaan ini saat sudah ada si kecil. Kenapa? Pertama, karena barang-barang anak itu biasanya banyak dan printilan, jadi mendingan siapin lebih awal supaya kalau ada yang kurang bisa cari/beli dulu. Kedua, kita butuh istirahat cukup sebelum perjalanan. Jangan sampai nggak tidur karena sibuk nyiapin barang, sementara pesawat take off jam 6 pagi. Kita akan capek dan cranky. Itu akan menular ke anak kita.
  • Bawa yang paling penting dan tidak mungkin dicari di tempat tujuan. Kalau tempat tujuannya bukan daerah terpencil, itu artinya kita masih bisa menerapkan cara berkemas yang ringkas. Nggak perlu bawa diapers sampai dua bungkus besar, atau semua mainannya. Kalau tujuan perjalanannya adalah berlibur, pasti si kecil akan menemukan banyak hal dan aktivitas menarik di tempat tujuan.
  • 3 bags are enough! Kalau anak masih di bawah dua tahun, masih sangat mungkin untuk bawa 1 koper besar dan 2 ransel saja. Koper besar untuk kebutuhan bertiga yang bisa ditinggal di hotel. Ransel untuk barang-barang anak yang harus dibawa ke manapun. 1 lagi kalau merasa perlu bawa kebutuhan pribadi lain seperti laptop, kamera, dll. Saya merekomendasikan ransel karena praktis. Bayangin kalo harus gendong sambil bawa tas bayi yang disampirkan di bahu. Repot banget. Apalagi kalau banyak aktivitas jalan kali. Β Oya, kalau bawa printilan memasak, masukkan semua di koper besar. Kalau perlu bawa cooler bag untuk bahan-bahan makanan, usahakan pakai cooler bag yang bisa dilipat atau paling nggak cukup dimasukkan ke koper.
  • Selektif pilih baju. Kalau merasa nggak bisa bawa baju anak dengan angka minimal karena alasan tertentu, seperti anak sering muntah. Yuk, selektif memilih baju sendiri. Kalau perlu buat deh daftar barang buat diri sendiri juga, supaya kita bisa menghemat tempat di koper. Selama kamu bukan artis, nggak perlu baju berbeda setiap hari, kan. Mix and match, dan pilih bahan pakaian yang ringan. Oya, undies berbahan chiffon juga enak banget buat bepergian karena gampang kering dan nggak menuhin tempat.
  • Jangan lupa bawa buku medis dan perlengkapan P3K si kecil. Ini barang yang selalu saya bawa, meski hanya ke mal di dalam kota. Perlengkapan P3K si kecil juga bisa digabung dengan orangtuanya supaya lebih ringkas.
  • Pilih perjalanan pagi atauΒ siang. Saya dan suami malah lebih ekstrim. Senang memilih keberangkatan pesawat paling pagi. Biasanya jam 06.00. Kami memilih pagi karena biasanya Kira masih tidur, jadi kami masih bisa persiapan terakhir tanpa rempong ngurusin dia dulu sebelum berangkat. Lalu, biasanya dia akan tidur sepanjang perjalanan ke bandara. Bangun setelah sampai di bandara, dan kembali tidur saat naik pesawat. Kami pernah pilih perjalan malan dengan kereta esksekutif. Kapok banget, karena ternyata lampu di gerbong keretanya super terang benderang. Iya, terang banget sampai nggak bisa tidur. Apalagi anak kami. Hasilnya dia baru tidur jam 2 pagi sementara kereta sampai jam 4 pagi. Hasilnya? Tepar. Jadi, kalau mau naik kereta, usahakan siang hari saja. Kecuali kalau si kecil bisa toleransi dengan penerangan yang terang sekali.
  • Jangan terlalu ambisius…untuk urusan kegiatan sepanjang perjalanan. Sebaiknya bikin jadwal perjalanan yang cukup renggang dengan aktivitas yang nggak terlalu padat. Supaya kita tetap santai dan nggak terasa seperti diburu waktu. Apalagi kalau memang berlibur. Lebih baik memilih jumlah hari menginap lebih panjang daripada hanya dua hari tapi padat kayak lemper. Kasian anak dan kasian orangtuanya juga.
  • Happy! Kalau orangtua senang dan menikmati perjalanan, anak insyaallah akan ikut senang juga. Meski pasti banyak faktor yang mempengaruhi sukses nggaknya perjalanan. Kita berdoa aja supaya perjalanan lancar. :)

Sekali lagi, tips ini hanya dari pengalaman kami saja. Jadi sifatnya hanya tambahan dari daftar tips yang ada. Ini pun cuma yang saya ingat sekarang. Kalau nanti terpikir beberapa tips tambahan lagi, saya bikin part 2. Haha.

Selamat menikmati perjalanan. :)

One thought on “jalan-jalan perlu persiapan”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s