sebaiknya jadi kreatif

Di posting terakhir saya sempat membahas tentang bagaimana unsur passion itu bisa ditemukan di setiap pekerjaan. Nah, begitu juga dengan kreatif. Kreatif nggak cuma punya seorang seniman atau copywriter dan art director sebuah biro iklan. Kreatif juga bukan hanya punya entrepreneur. Kreatif sebaiknya dimiliki setiap orang. 

Saat saya mulai menjadi seorang Ibu, saya juga menyadari kalau ternyata kreativitas itu penting sebagai orangtua. Meski anak saya baru 1,5 tahun, tapi saya pun sudah harus mulai belajar cara berkomunikasi dengannya. Bagaimana menyusun dan memilih aktivitas yang baik. Bagaimana memanfaatkan apa yang ada di sekitar untuk mendukung tumbuh kembangnya. Semua itu nggak hanya perlu referensi, tapi juga kreativitas.

Mungkin menjadi orangtua juga mirip dengan menjadi guru. Rabu, 27 Maret 2013 lalu saya mengikuti bloggers gathering bertema #BeAnEducator yang diadakan Universitas Siswa Bangsa Internasional. Acara ini diisi dengan diskusi dengan pembicara Agus Sampurno (@gurukreatif) dan Yosea Kurnianto. Agus Sampurno adalah guru profesional sekolah Global Jaya, sementara Yosea adalah pendiri Youth Educators Sharing Network.

Image

ImageImageImage

Jujur, saya kagum dengan mereka yang memilih untuk berprofesi sebagai pengajar. Terutama dengan mereka yang benar-benar memilih profesi mengajar karena punya tujuan ingin berbagi ilmu. Saat saya mendengar cerita Agus tentang pengalamannya selama menjadi pengajar, termasuk kendala-kendala yang ia hadapi. Saya langsung teringat dengan masa saya sekolah. Teringat bagaimana guru-guru saya saat itu. Saya baru sadar, ternyata mereka juga manusia, ya. Mereka juga bisa sangat bingung menghadapi murid-muridnya. Mereka bisa juga clueless ketika kurikulum berganti. Mereka harus senantiasa berhadapan dengan puluhan bahkan ratusan kepala sementara di rumah mereka bisa saja kan mereka sedang punya problem juga. Apalagi nggak jarang kita membaca tentang kecilnya gaji guru sehingga mereka harus menyambi kerja di tempat lain.

Namun ada lagi yang bikin saya kagum dengan para pengajar. Kreativitasnya. Setelah saya ingat lagi, ternyata guru dan dosen yang jadi favorit saya adalah mereka yang mengajar dengan cara berbeda tapi efektif. Buat ngajar seperti itu tentu butuh kreativitas, kan. Seperti kata Agus, daripada sibuk sibuk protes kenapa sikap murid sekarang beda dengan dulu, lebih baik cari tahu cara gimana cara menghadapinya. Saya masih ingat banget salah satu guru saya protes, “banyak banget sih yang nanya!”, karena setiap dia habis menjelaskan ada banyak sekali murid yang tunjuk tangan buat nanya. Sejak momen itu hingga akhirnya kami lulus, murid yang nanya jadi jarang sekali.  Buat saya itu agak menyedihkan sih..

OK, balik lagi ke diskusi. Nah, gimana cari tahu cara menyampaikan pesan dengan cara yang bisa diterima audiens. Caranya? Kalau dari yang saya simpulkan sih dengan punya sifat ingin tahu. Salah satu yang dilakukan Agus adalah dengan beraktivitas di social media, termasuk aktif di blog. Yup, social media sebenarnya nggak hanya wadah untuk ngobrol dan seru-seruan bikin trending topic, tapi juga cari ilmu dan salah satu cara mudah untuk tahu apa yang terjadi di sekitar kita. 

Saat saya kuliah, social media yang populer saat itu Friendster. Salah satu dosen saya, yang memang dikenal terbuka dengan hal baru dan senang berinteraksi dengan mahasiswanya, memutuskan untuk membuka akun Friendster. Akhirnya jejaring sosial ini jadi media yang mendekatkan dia dengan para mahasiswanya. 

Kalau mau ditarik mundur lagi, beberapa tahun sebelum Friendster hadir. Media yang disukai mahasiswa salah satunya kan film. Nah, salah satu dosen saya mengemas kuliahnya dengan nonton bareng di auditorium. Tapi bukan sekadar nonton terus pulang. Mahasiswanya tetap dikasih tugas untuk mengkaji konten film tersebut. Tugas jadi terasa menantang…in a good way. Menurut saya, itu salah satu bentuk kreativitas yang efektif. Saya sebagai murid pun jadi terkesan dan tertarik buat tahu lebih dalam tentang subjek yang dia ajarkan. :)

Jadi balik lagi ke urusan kreatif tadi. Kreatif itu sebaiknya dimiliki semua orang, karena kreatif bisa jadi bagian dari solusi problem atau tantangan yang kita hadapi. Siapapun kita, apapun peran kita. Selamat jadi kreatif. :)

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s