little thing that represents your passion

Setelah persiapan berminggu-minggu. Akhirnya hari Kamis 21 Maret 2013 lalu terealisasi juga seminar kolaborasi mas Yoris Sebastian dan Billy Boen, ‘Creative Ways to be on Top’. Tiga pembicara dari latar belakang yang berbeda juga ikut mengisi seminar ini, yaitu Pak Erwin Tenggono dari Dexa Group, Pak Mardi Wu (@wumard) dari Nutrifood dan Bu Atiek Nur Wahyuni dari Trans Corp.

Salah satu pengalaman menarik yang saya dapat saat menggarap seminar ini bersama tim Creative Junkies adalah kesempatan untuk ngobrol-ngobrol dengan ketiga narasumber tadi. Kalau biasanya sebelum seminar/diskusi diadakan, saya hanya tektok melalui e-mail dengan narasumber yang bakal datang. Di Creative Ways to be on Top ini saya datang langsung menemui mereka. Hasilnya? Banyak informasi dan inspirasi yang kami dapat. Meski sekarang era semua serba dicari di internet, bertemu dan ngobrol bareng biasanya bisa bikin kita dapat insights lain. Insights ini sangat membantu kami menyusun materi seminar.

Nah, ternyata pada saat seminar meskipun saya nggak bisa mengikuti dari awal sampai akhir karena repot mengurus ini-itu, seminar saya juga dapat inspirasi lain yang nggak muncul saat wawancara sebelumnya. Salah satunya pendapat Pak Mardi mengenai passion. Intinya, menurut dia (dari yang saya tangkap, ya) passion itu beda dimensi dengan pekerjaan/karir, dan sebenarnya passion itu bisa kok kita temukan di pekerjaan kita. Jadi, mengaplikasikan passion itu nggak melulu harus meninggalkan pekerjaan dan mengerjakan sesuatu yang baru. Find that little thing that represents your passion in any of your work field. 

Ini bikin saya sadar juga kalau yang namanya passion itu bisa dikemas berbagai hal atau pekerjaan. Saya dari dulu senang menulis. Saya masih ingat waktu kelas 3 atau 4 SD saya pertama kali menulis artikel di buku tulis. Artikel itu semacam re-writing artikel yang saya baca di majalah Hai punya kakak saya. Saya doyan nulis mading, lalu bikin biografi  U2 berbahasa Indonesia berpuluh halaman tanpa ada tujuan ingin biografi ini dibaca orang. Saya melakukannya karena saya mau. Tapi saya nggak pernah punya kesempatan buat bekerja di media cetak .

Saya dulu nggak pernah mikir bakal bikin program TV, bikin konsep dan naskah. Saya lulus SMA dan milih jurusan komunikasi karena pengen kerja di majalah musik yang waktu itu bisa dibilang nggak ada juga.  Pas lulus malah kecemplung di broadcasting. Belajar produksi televisi dari nol. Tapi bukan berarti saya nggak berhasil praktekin apa yang jadi cita-cita saya, soalnya para anak produksi ini juga diberi jobdesc menulis naskah. Meskipun yang saya tulis bukan berformat artikel, tapi menurut saya cara dan tujuannya sama. Mengumpulkan ide, memilih dan merangkai ide-ide tersebut lalu menyampaikannya ke audiens.

Sampai sekarang saya nggak mencicipi yang namanya kerja di media cetak. Selain televisi, saya malah nyemplung ke elektronik, lebih tepatnya internet. Sebenarnya nyemplung ke internet sudah sejak awal kuliah dengan iseng membuat website U2indonesia. Kemudian saat masih kerja di TV, saya juga mulai blogging. Dari blogging itu akhirnya dapat kesempatan bersentuhan dengan dunia internet, dan saya benar-benar menikmati jalan karir seperti ini. Kalau nggak ngelewatin segala naik-turunnya. Gimana senangnya dapat ilmu atau dapat respon positif dari penonton. Gimana kecewanya saat nggak cocok dengan kantor tempat saya bekerja. Gimana akhirnya semua itu bikin saya tahu apa yang saya mau dan mampu.

Tadi malam pun saya mendatangi sebuah diskusi dari Universitas Siswa Bangsa Internasional yang diinisiasi Putera Sampoerna Foundation. Topiknya mungkin agak jauh dari pekerjaan saya, #BeAnEducator.  Yang dateng pun rata-rata mahasiswa dan pengajar. Tapi intisari yang didapat ternyata juga “masuk” buat saya, dan mungkin teman-teman. Keyword-nya: berbagi. :) Laporan lengkapnya akan saya bahas nanti, yah.

Mungkin suatu saat saya benar-benar bisa mewujudkan cita-cita untuk berkarya lewat media cetak, mungkin juga nggak. Tapi saya biarkan saja semua mengalir dan selama saya menyukai apa yang saya lakukan, dampaknya pasti akan hadir bagaimanapun caranya.

Gimana dengan kamu? Sudah menemukan passion di pekerjaanmu? :)

**

pictures courtesy of Jojo. :)

3 thoughts on “little thing that represents your passion”

  1. saya dulu juga ngga pernah berharap akan kerja di bidang saya sekarang. ternyata banyak hal yang saya pelajari dari situ dan saya senang dengan apa yang saya kerjakan sekarang. :)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s