Let Sting Be Our Pilot (Next Month)

Saya mulai dapet “mata kuliah Sting” sekitar SMA. Album yang bikin saya jatuh cinta sama Sting adalah Ten Summoner’s Tales. Lagu-lagunya keren, variatif dan liriknya unik (dan kadang malah bikin kita ketawa sendiri soalnya kocak). Kebetulan waktu itu saya juga punya VCD (yep, VCD. Masih jaman VCD waktu itu) yang isinya pembuatan album ini. Alhasil, hampir setiap hari (ya, ini nggak dilebih-lebihkan) saya nonton VCD ini. Melototin Sting, Dominic Miller, Kenny Kirkland dan Vinnie Colaiuta di studio. Ini format Sting dengan band yang ini jadi salah satu konser impian saya, tapi sekarang bisa dibilang Cuma Dominic Miller aja yang setia but it’s okay. Ayo Om Sting, datang lah ke Jakarta lagi.

Tulisan ini saya ambil dari posting list.o.grafi saya. Dibuat sekitar tahun 2008, berisi deretan album sakti versi saya. Salah satunya adalah ‘Ten Summoner’s Tales’ (1993) dari Sting. Penggemar berat Sting pasti sudah menjewer saya karena saya menulis nama Kenny Kirkland di sana, bukan David Sancious. Kenny Kirkland memang keyboardist Sting, tapi bukan di album ini. Super maaf, ternyata ingatan saya agak siwer dengan album ‘Mercury Falling’ yang juga jadi favorit. Formasinya mirip, hanya beda keyboardist. Lalu saya dengan pedenya menulis tanpa mengecek dulu. Lho, kok tetap ngeles, ya? Hehe, tapi yang jelas saya super excited formasi ‘Ten Summoner’s Tales’ ini yang akan saya saksikan bulan depan.

2012 ini seperti tahun berkah sekaligus bangkrut untuk urusan konser. Band/musisi yang namanya masuk ke daftar wajib tonton saya manggung di Jakarta atau Singapura. Kalau hanya sekadar band yang senengnya hore-hore (baca: cuma tau kurang dari sepuluh lagu) dan masuk kategori band baru (baca: di bawah lima tahun) saya biasanya memilih untuk melewatkannya. Yah, intinya sepanjang 2012 ini saya riang dehbisa nonton New Order yang memang sudah saya kenal sejak pertengahan 90an (telat sih, tapi kan pas era 80an saya masih balita) atau Snow Patrol yang saya ikuti sejak album pertama.

Nah, di saat saya mengira bahwa tahun ini saya sudah cukup hebat dengan mencontreng no. 6 (Snow Patrol) dan no. 10 (New Order). Saya dibuat panik ketika si no. 2 alias Sting dikabarkan akan hadir di Jakarta Desember nanti. Antisipasinya tentu lebih gila dari nomor-nomor di bawahnya, karena daftar itu dibuat berdasarkan prioritas. Saya pun langsung datang saat hari pertama penjualan tiket di HardRock Cafe. Antre lumayan panjang dan lama. Sekitar dua jam. Nggak ngerti kenapa bisa memakan waktu begitu lama, tapi demi Sting saya rela.

Setelah itu, saya sengaja tidak mengkonsumsi lagu atau video Sting karena setelah saya coba akhirnya saya selalu berujung pada keadaan terharu (baca: hampir mewek). Jadi saya memilih untuk menyimpan emosi berlebihan ini nanti saya saat mendekati hari H. Sekarang hampir dua minggu menjelang 15 Desember 2012. Saya pun mulai mendengarkan album-album Sting, mengecek setlist tour-nya, menonton video-videonya di YouTube. Seperti sekarang, saya mengetik post ini sambil menikmati video ‘Ten Summoner’s Tales‘ lagi.

Buat saya, kelebihan Sting selain kecanggihan bermusiknya, adalah kemampuannya merangkai kata. Misalnya, setiap lagu  di ‘Ten Summoner’s Tales’ dibuat seperti cerita dan ini jadi faktor mengapa setiap track di album tersebut begitu mudah menempel di kepala. Ia tidak menggunakan kata yang “tinggi”. Tapi bisa menyusupkan makna dan yang paling penting, meninggalkan kesan. Bagi saya, para jenius adalah mereka yang bisa menyampaikan pesan dalam lewat kata-kata yang sederhana.  Sting salah satunya.

Karya-karya Sting juga yang akhirnya membuat kuping saya jadi lebih terbuka dengan berbagai aliran musik. Saya tidak pernah mengklaim diri sebagai pecinta jenis musik tertentu, karena lewat lagu-lagu Sting saya jadi terekspos dengan banyak genre. Folk, pop, jazz, country, bossanova dan banyak lagi. Sangat berbeda ketika saya mendengar band/musisi lain yang biasanya bergerak di jenis dan suasana tertentu saja.

Sting, Dominic, Vinnie, David. Saya siap ambil posisi depan saat menonton kalian nanti. Semoga benar-benar datang, ya. Supaya bisa jadi salah satu cerita dari ‘ten nike prima’s music tales’ untuk anak cucu saya kelak! :)

2 thoughts on “Let Sting Be Our Pilot (Next Month)”

  1. Bagi saya, para jenius adalah mereka yang bisa menyampaikan pesan dalam lewat kata-kata yang sederhana. Sting salah satunya. << ah, suka deh kalimat yang ini. hihi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s