Upacara Penuh Goyang Bersama New Order

Senangnya. Dalam sebulan saya berhasil mencontreng dua konser yang masuk daftar wajib saya, Snow Patrol dan New Order. Kalau Snow Patrol terhitung masih dalam daftar ‘bisa ditonton’. Saya nggak menyangka kalau ternyata saya beneran bisa menyaksikan New Order, karena saat membuat daftar itu band asal Inggris ini sedang vakum.

Berbeda saat nonton Snow Patrol di mana kami sengaja datang sekitar jam tujuh petang sebelum matahari terbenam. Kami datang ke Fort Canning Park, Singapura (22/8) jam delapan lewat. Area konser sudah padat sekali. Nggak bisa yang namanya leyeh-leyeh dulu. Untung saja belum mulai, karena di tiket konser dimulai pukul delapan. Saat itu Kira masih tidur, jadi kami mencari area yang lengang dan tidak begitu berisik sambil mencari makan malam. Sekitar setengah jam kemudian dia bangun dan tidak lama setelah itu Bernard Sumner, dkk pun menyapa penonton.

‘Elegia’ sebagai pengantar konser malam itu langsung dilanjut oleh ‘Crystal’. Hati senang luar biasa tapi jelas belum puncaknya. Saat mereka memainkan ‘Ceremony’, ‘Regret’ dan ‘Temptation’ baru rasanya saya mau mewek. Haru luar biasa ditemani dengan merinding disko. Gila, bisa juga nonton New Order. Sekitar 15 tahun yang lalu saya masih ingat mencoba mendengarkan mereka pertama kali lewat album Best Of. Nggak ada teman yang tahu apalagi suka dengan New Order. Di jaman itu Oasis atau Blur lah yang jadi band favorit sekitar saya. Biasanya yang perempuan suka Alanis Morissette atau Frente. Saya? Mendengarkan New Order, band 80an empunya ‘Bizzare Love Triangle’ yang sering disebut “Lagunya Frente”. Nggak ada keren-kerennya dengerin 80an saat itu, karena musik 80an baru dilirik (dan didaur ulang sekitar 3-4 tahun kemudian). OK, intinya saya terharu-degdegan-merinding disko-luar biasa saat lagu-lagu yang selama ini sering jadi pengantar keseharian saya dimainkan.

Meski saya harus bolak-balik ke area depan dan belakang seperti setrikaan karena menengok Kira yang cukup anteng bersama Babanya, saya puas bisa menonton New Order. Kalau saya bukan penggemar, saya mungkin bilang kalau penampilan mereka biasa. Bernard juga bukan tipe vokalis yang komunikatif. Mengenalkan diri dan para personil lain pun tidak dilakukan. Namun buat saya ini spesial. Mereka salah satu band yang aliran musiknya mempengaruhi selera saya dalam mendengarkan lagu. Kalau orang-orang banyak menyebut acara nonton konser impian dengan naik Haji, kalau saya nggak sampai nyebut ini naik Haji, sih. Cukup bilang kalau ini upacara buat saya. Meski nggak khidmat dan penuh dengan goyangan. Tapi saya super duper puas.

Semoga suatu saat nanti, saat Kira lebih besar dan sudah bisa diajak mengeksplorasi musik, kami bisa mengajaknya menonton konser-konser lain. Mungkin saja U2 atau Sting. Kalau perlu dia foto bareng Opa/Om/Tante/Oma musisinya. Amin!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s