love’s to love #float2nature: part one

Image

Potongan lirik ini begitu berkesan untuk saya hingga menjadi semacam prinsip yang saya pegang. Potongan lirik ini menginspirasi saya menyebarkan nafas “live, learn, love”. Akhirnya potongan ini saya masukkan di note book yang menjadi souvenir untuk para tamu pernikahan kami.

Float (@float_project) bukan band yang kerap kita lihat di televisi atau majalah. Lagu-lagu mereka pun bukan yang sering muncul di radio. Saya pun agak terlambat mengenal Float. Film ‘3 Hari untuk Selamanya’ dirilis tahun 2007 dan Float mengisi soundtracks-nya. Saya baru mendengarkan album soundtracks film garapan Riri Riza tersebut setahun kemudian. Tepatnya sekitar September, 2008. Masih ingat? Karena saya memasukkan lagu-lagu Float di blog saya saat itu.

 

Ini bukan pertama kali saya gemar dengan band lokal. Sebelum Float, ada beberapa musisi/band Indonesia yang saya sukai. Tapi di antara semua, bagi saya Float tidak hanya tentang musik bagus dan lirik indah. Musik mereka berbicara. Berlebihan? Coba perhatikan lirik lagu mereka. Β Sementara banyak musisi yang mengeluh kesulitan membuat lirik berbahasa Indonesia yang bisa terdengar indah sekaligus nyaman dinyanyikan dan didengarkan, Float mampu merangkai kata bahasa Indonesia dengan begitu luwesnya.

Sejak mendengarkan Float, saya pun serius mencari Float. Termasuk mencoba menyapa mereka via media sosial, karena mereka hampir tidak pernah main di mana pun dan hampir tidak ada informasi tentang band ini di manapun. Setiap lagu yang diunggah Meng (@hotmaroni), vokalisnya, ke media sosial langsung saya unduh dengan sukacita dan saya sebar ke teman-teman. Mulai tahun 2010, Float mulai tampil di publik lagi, hanya entah kenapa saya tidak bisa berjodoh dengan mereka. Namun akhirnya saya bisa menonton Float setelah sekitar tiga tahun menunggu, di pernikahan saya sendiri.

Akhirnya, yudha (@yudharadithe) dan saya pun mulai berangan membuat karya video dengan Float di dalamnya. Akhirnya mimpi itu mulai terwujud saat Float mengumumkan akan mengadakan #float2nature di Dieng, Jawa Tengah. Yudha menghubungi mereka untuk menawarkan diri membuat dokumentasi acara tersebut. Float setuju dan dibuatlah video ini pada saat #float2nature 9-11 Juni 2012 lalu.

Saat ini, video ini masih dalam proses editing. Tapi kami sudah merilis video dokumentasi ini dalam versi mini alias singkat sebagai obat rindu para Floaters yang sulit “move on” dari #float2nature, juga untuk mereka yang ingin tahu seperti apa Float dan acara tersebut.Β Enjoy!

3 thoughts on “love’s to love #float2nature: part one”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s