untuk baba

Pelan tapi pasti, sekarang saya sudah tiga bulan lebih menjadi Ibu. Begitu banyak hal baru yang saya dapat dan jalani, lengkap dengan bagian-bagian yang lumayan tricky. Menidurkan anak itu tricky. Memilih mainan yang pas dan tidak mubazir itu tricky. Menabung ASI perah itu tricky. Namun di luar bagian tricky yang tentunya masih sering membingungkan saya atau bahkan membuat emosi saya sesekali tidak terbendung. Saya bersyukur punya pasangan yang selalu ada buat saya dan anak kami, Kirana.

Sejak anak kami berumur satu hari, Ayahnya sudah menggantikan popoknya. Setiap hari, selalu ada waktu untuk menggendong dan menyapa Kira. Setiap terbangun di malam hari, Kira selalu disapa-digendong-digantikan popok oleh Ayahnya. Tidak jarang saat di tengah kerja, Ayahnya menghubungi saya dan mengaku kangen berat dengan anaknya.

Sejak Kira lahir, entah berapa kali saya mengeluh atau menumpahkan kekhawatiran. Namun ia terus mendukung dan menguatkan saya. Menemani dan menyemangati saya ketika harus memompa ASI dengan hasil yang minim saat Kira harus disinarbiru di rumah sakit. Membantu saya naik-turun dari mobil ketika jahitan paska persalinan masih membuat saya tidak bebas bergerak. Hingga membawakan makanan dan minuman untuk dimakan tengah malam saat menyusui.

Salah satu momen yang selalu sukses membuat saya meleleh adalah saat melihat Kira begitu kalem ketika digendong dan dinyanyikan Baba-nya, panggilan Kira untuk si Ayah kelak. Buat saya, itu hidup nikmat yang lagi-lagi tak bisa dinilai oleh apapun.

we heart you very much, Baba. oh, and happy (belated) anniversary :)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s