Ramuan Melankolia Nick Drake

Bagi mereka pecinta film romantis, ‘Serendipity’ tentu sudah masuk dalam daftar tontonannya. Tak sedikit yang menyukai film yang dibintangi John Cusack dan Kate Beckinsale ini. Film yang dirilis tahun 2001tersebut sebenarnya bukan termasuk film romantis favorit saya. Justru album soundtracks-nya lah yang impresif buat saya dan jadi teman setia menemani perjalanan rumah-kampus-rumah. Bahkan beberapa lagunya sukses bertahan di playlist mp3 player hingga detik ini.

Nah, salah satu lagu yang berkesan buat saya adalah “Northern Sky” dari Nick Drake. Lagu ini memang bukan lagu pertama yang saya suka saat mendengarkan album soundtracks ini. Kover Bob Marley yang dibawakan Annie Lennox, “Waiting in Vain” atau “The Distance” dari si kembar Evan and Jaron tentu lebih menarik perhatian. “Northern Sky” baru mengundang rasa penasaran setelah beberapa kali memutar album ini. Saat menikmatinya, sama sekali tidak ada pikiran kalau lagu ini umurnya sudah tiga dekade. Ya, suara dan suasana lagu ini bagi saya masih terdengar “baru”. Paling tidak awal 90an, begitu asumsi saya saat itu. Namun ketika akhirnya saya penasaran ingin menyelami karya-karya Nick Drake yang lain, saya kaget sekali ketika tahu kalau ia adalah musisi era akhir 60an.

Sepanjang hidupnya, Nick Drake hanya merilis tiga album. Five Leaves Left (1968), Bryter Layter (1972) dan Pink Moon (1972). Ketiganya bisa dikatakan tidak meledak secara komersil, dan Drake meninggal karena overdosis di tahun 1974 saat ia masih berumur 26 tahun. Namun karir musik yang singkat dan karya yang hanya tiga album tersebut sudah cukup menunjukkan betapa berbakatnya musisi asal Inggris ini. Ya, dia berasal dari Inggris. Lagi-lagi ini fakta yang mengagetkan saya. Tentunya pada saat itu, di Inggris maupun belahan dunia lain, musik The Beatles sedang merajalela. sementara, Drake menawarkan musik folk-blues yang jauh berbeda dengan atmosfir yang jauh lebih suram dan melankolis dibanding musik yang populer saat itu. Jadi, tidak heran kalau namanya memang seakan terkubur di era tersebut.

Drake yang kerap enggan melakukan aktivitas promo seperti wawancara dan konser semakin membuat karyanya “kalah” secara popularitas. Ia dikenal cenderung asosial dan kabarnya menderita depresi serta insomnia selama hidupnya. Namun menurut saya, lagu-lagu yang dibawakan Drake tidak otomatis selalu menghadirkan sisi yang depresif atau suicidal. Bahkan ada lagu yang saya tangkap justru lumayan cerah dan ada rasa “lega” saat mendengarnya, meski sentuhan melankolis memang nggak bisa terlepas, yaitu lagu “From The Morning” yang sering saya putar saat pagi atau menjelang tidur. Simak sebagian liriknya yang indah.

So look see the days
The endless coloured ways
And go play the game that you learnt
From the morning.

Beberapa lagu lain yang saya dengarkan adalah “Day is Done”, “Place to Be” dan “Mayfair”. Ketiganya sering jadi andalan saat kuping sudah lelah mendengarkan lagu-lagu dengan berlapis suara dan polesan. Lagu-lagu Drake yang sebagian direkam one take jadi semacam dimensi yang sederhana yang tidak pretensius. Well, memang sih tak sedikit lagunya yang depresif, namun satu yang bisa dipastikan dari musik Nick Drake. Jujur.

Dengarkan juga Iron and Wine membawakan “Place to Be”. :)

6 thoughts on “Ramuan Melankolia Nick Drake”

  1. ah, neng, aku tadi malem jadi muter OST serendipity gara2 baca tulisan ini. dan jadi pengen nonton filmnya juga. film yang bikin temen gua – setelah menontonnya, mengait-ngaitkan apa yang terjadi di sekitar dengan “it’s a sign!” :))

  2. Saya terus terang saja gak begitu ngeh Nick Drake, padahal saya dari angkatan lama. :)
    Betapa pusingnya angkatan sekarang karena musik kian hiruk pikuk :D
    BTW sudah nyoba Leonard Cohen? Dia seorang penyair dan musisi.

    1. iya mas, kayaknya drake memang ga populer dan baru lumayan dikenal saat dia sudah meninggal.
      yup, sudah denger leonard cohen juga. saya juga lebih suka hallelujah milik cohen yang dibawakan jeff buckley daripada bono. hehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s