hati di dalam saya

Mungkin kalimatkalimat saya setelah ini akan terdengar biasa. Klise. Kamu pasti pernah mendengarnya atau membacanya. Namun benar kata banyak perempuan yang pernah saya kenal atau tahu. Menyiapkan diri menjadi seorang Ibu itu mengesankan. Dimulai sejak mengetahui kalau akan ada kehidupan di dalam rahim. Pagi itu Ia membangunkan saya dan meminta saya untuk membawa test packs ke kamar mandi. Ada dua test packs. Keduanya adalah test packs pertama saya selama hidup. Kembali dari kamar mandi, kami duduk berdampingan. Test pack pertama mulai bereaksi, jika positif maka akan ada dua garis. Kami menatap test pack pertama, entah bagaimana kami berdua tidak bisa memastikan apakah itu satu garis atau dua karena garis kedua tampak samar. Test pack kedua bereaksi lebih lama dari yang pertama namun dari kemasan dan harga tampaknya lebih canggih dan akurat. Saya masih sibuk memastikan sebenarnya apa hasil test pack pertama, tibatiba Ia berkata, “Ada yang positif!”. Ternyata suami saya curi start melihat test pack kedua dan tidak bisa menahan rasa kaget. Saya tidak pernah lupa wajah itu.

Tiga bulan pertama adalah masa yang cukup naikturun. Perasaan kaget, senang, khawatir hingga pengaruh hormon yang mudah membuat posisi emosi berpindah ekstrim sudah jadi santapan seharihari. Saya tidak akan bohong dengan mengatakan bahwa saya tidak mengalami stres sama sekali. Kadang sayang terjaga di malam hari dan membiarkan pikiran saya berlari. Hasilnya saya sedih dan khawatir. Saya tidak tahu apakah saya bisa menjadi orangtua yang baik atau tidak. Ya, sementara orang sekitar memberi selamat dan mengingatkan saya untuk bersyukur, ada ruang lain yang menyimpan pikiran dan perasaan itu. Di satu sisi saya tahu itu hal yang wajar. Saat salah satu sahabat saya hamil, ia pun sempat mengalami hal yang sama. Ada faktor ketidaktahuan akan apa yang akan dihadapi dan tanggungjawab di sana. Apalagi saya tahu saya bukan tipe perempuan keibuan. Meski mungkin tak ada hubungannya karena bagaimanapun perempuan punya ciri dan caranya masingmasing.

Untungnya, selama tiga bulan tersebut tidak banyak keluhan fisik berarti yang saya temui. Saya tidak mengalami morning sickness. Sesekali saat terlalu lelah, namun selebihnya baikbaik saja. Hanya mudah capek, terutama saat malam hari setelah bekerja seharian. Bahkan kadang tidak melakukan apapun membuat saya lelah luar biasa. Sedikit membaca sanasini membuat kekhawatiran berkurang karena semua itu normal terjadi. Saya bersyukur sekali tidak mengalami tubuh yang rewel saat awal kehamilan. Saya juga bingung saat ditanya ngidam apa. Kalau ngidam artinya ingin sesuatu hingga tidak bisa tenang kalau tidak kesampaian, saya tidak mengalaminya. Ingin ini atau itu pun tidak harus segera dituruti. Santai. Salah satu kegiatan favorit berdua seperti menonton konser juga masih dilakukan, meski proses seleksi harus ekstra untuk memastikan kondisi tetap nyaman dan aman saat menikmati konser. Begitu juga dengan bepergian, selama tidak memakan waktu lebih dari dua jam. Bepergian dengan jalan darat atau udara tetap saya jalani.

Sekarang saya berada di trimester kedua. Perut semakin besar tetapi keluhan fisik berkurang. Komunikasi dengan si kecil di dalam rahim ini pun semakin intensif. Sebelumnya saya tidak pernah bisa membayangkan bicara dengan anak yang masih di dalam kandungan. Namun ketika menjalani kehamilan ini saya paham kalau anak, meskipun masih belum melihat dunia, bisa merespon dan memiliki rasa. Ketika saya mengambil posisi miring saat sedang berbaring dan ia menendang, saya tahu ia sedang tidak nyaman. Ketika saya gelisah, ia bergerak lebih aktif dari biasanya.Β Saat ayahnya masuk ke kamar dan bicara, ia yang sebelumnya kalem langsung bergerak.

Kalau ada yang bertanya bagaimana rasanya hamil? Saya merasa ada hati di dalam saya.Aktivitas menyapa dan bercerita pun berjalan dengan sendirinya, karena saya sadar ia ada dan ikut merasa. Tanpa rencana, cinta itu tumbuh sebagaimana layaknya. :)

Oh, mirror in the sky, what is love
Can the child within my heart rise above

landslide – fleetwood mac

 

4 thoughts on “hati di dalam saya”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s