banyak pilihan. tak sedikit yang harus ditelan

Hidup di Jakarta itu menggoda. Jakarta, seperti halnya kotakota besar multikultural lain di dunia, menawarkan berbagai macam kehidupan. Kalau mental bingungan dipelihara terusmenerus, hidup di Jakarta bisa membuat hilang arah. Paling tidak itu yang saya tangkap setelah akrab dengan Jakarta selama 18 tahun.

Hidup di Jakarta itu kadang rindu. Rindu dengan daya magisnya menyambungkan kita dengan berbagai sosok. Namun hidup di Jakarta juga sesekali membuat gerah. Gerah dengan kemampuannya mengubah banyak hal menjadi begitu superfisial. Tak heran kalau orang Jakarta sering sinis, bahkan sarkastik. Ada perpaduan rasa tidak aman, kekecewaan dan gerah di dalamnya. Jakarta memang menawarkan banyak pilihan. Namun banyak pula yang mau tak mau harus ditelan.

Mohon jangan langsung menatap sinis dengan mereka yang tinggal di Jakarta. Cara individu beradaptasi dan bermetamorfosis berbedabeda. Sudah terlalu pekat komplikasi yang harus mereka rangkul sepanjang hidup di kota ini. Karena itu mungkin kamu sering menangkap getir menyusup di tawa mereka.

Saya setuju dengan pesan orang Jawa, “Ojo gumunan, ojo kagetan lan ojo dumeh.”, cocok buat yang hidup di Jakarta. Ojo gumunan kirakira artinya jangan mudah heran. Jangan mudah kagum dengan apa yang ada di depan mata. Ojo kagetan berarti jangan mudah kaget. Selalu perhatian dengan perkembangan sekitar sehingga tidak sekadar ikutikutan. Ojo dumeh artinya jangan sok. Kalau sudah ikutikutan, lantas sok pula sama saja dengan bangga meski tersesat. Yah, tetapi hidup di Jakarta memang banyak pilihan, namun tak sedikit yang harus ditelan. Wajar kalau sesekali terperosok ke ranah rawan.

6 thoughts on “banyak pilihan. tak sedikit yang harus ditelan”

  1. nek jarene ibuku, “ojo neko-neko, mengko iso kepaten obor”. itu dia ucapin tiap dia mau ngingetin anak2nya soal root kami dan inget nilai2 yang diajarkan keluarga supaya milih2 lagi apa yang harus diserap dari pergaulan sekitar. :)

  2. nike, salam kenal. saya menemukan blog ini entah dari mana (anggap saja jaring laba2, hehehe) dan saya jatuh cinta, langsung membaca di hari itu juga sampai setengahnya. sangat suka cara nike bercerita, rasanya bikin adem tapi sekaligus galau. galau in a sweet way, and in a good way for sure. membaca blog nike rasanya seperti terlempar ke masa lalu, membuat terkenang hal-hal manis di masa lalu yang sesungguhnya entah terjadi atau tidak, namun ada rasa yang tertinggal. seperti mencium parfum mantan pacar di tempat umum, namun anehnya yang terkenang hanyalah mimpi manis, bukan dendam dan perpisahan. terima kasih nike :)

  3. wah bagus… :) setuju.. hidup di jakarta memang begitu. ketika di tinggal nanti merindu, ketika sudah tinggal malah mendumel.. :) benci tapi rindu itulah yang menggambarkan kota jakarta.. :)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s