secarik untuk bapakibu

Pagi ini saat saya sedang berada di depan komputer, Ibumenghampiri saya dan memberikan sebuah buku panduan pengajian. Beliau menandai salah satu halaman dan meminta saya membacanya. “Ini halaman yang akan kamu baca saat pengajian besok, kamu bisa ubah sendiri kalau kamu mau, ya”. Saya hanya mengangguk dan menjawab, “Ya, Bu”.

Ya, besok akan diadakan pengajian di rumah saya. Berarti seminggu lagi saya menikah. Saya tahu akan ada waktu di mana saya akan meminta doa restu Bapak Ibu saya. Jujur, sejak minggu lalu saya agak gelisah memikirkan ini. Memikirkan untuk merangkai kata saja sudah bikin saya sedih setengah mati. Sampai sekarang, saya masih belum berani membaca halaman yang ditandai Ibu saya itu. Khawatir tidak bisa menahan haru. Ini aneh, biasanya saya sangat senang dan menikmati menulis. Namun kali ini rasanya tugasmembaca dan mengubah sekadarnya saja membuat saya senewen berharihari. Bukan apaapa, saya yakin sebaik dan seindah apapun kalimat yang dirangkai pasti tidak akan cukup untuk mereka. Tidak akan pernah bisa menandingi kasihsayang mereka kepada anakanaknya selama ini.

[tarik nafas. buang]

Bapak, Ibu..Apapun yang saya katakan besok tidak akan pernah bisa menggenapkan rasa syukur dan terimakasih saya. :’)

 

 

10 thoughts on “secarik untuk bapakibu”

  1. Pasti sedih banget ya neng Nike dari kecil sampai gede sama bapakibu sekarang harus ‘pisah’, aku yang aja terharu baca tulisan ini.

    Semoga semua lancar ya, termasuk ritual minta doa restunya *peluk

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s