kopi.seni.karya.lokal

Di luar perdebatan baik-buruknya minuman kafein ini. Kopi memang cukup akrab buat mereka yang berkarya. Banyak penulis yang menjadikan kopi sebagai teman wajib saat bekerja. Bahkan nggak cuma itu, kopi juga dijadikan inspirasi dalam berkarya. Sitta Karina memasang tagline “Coffee with Style” di blog pribadinya. Dalam buku Linguae, Seno Gumira Ajidarma memasukkan dua cerpen bertema kopi, “Rembulan dalam Cappucinno” dan “Kopi dan Lain-lain”. Bahkan Dewi Lestari merasa perlu memberikan judul buku kumpulan cerpennya dengan “Filosofi Kopi”.

Itu jika bicara tentang kopi dan para penulis. Bagaimana dengan kopi dan ilustrasi, ya? Nah, sekitar sebulan yang lalu salah satu teman saya mencetuskan ide membuat sebuah acara pameran ilustrasi bertema kopi. Menurut saya, kopi dan seni itu kombinasi yang sangat pas. Selain betapa akrabnya kopi dengan seni, sama seperti kopi, seni juga memiliki beragam jenis dan rasa.

Dari obrolan santai dan keinginan untuk membuat karya lokal lebih dikenal lagi, akhirnya acara ini benar-benar diadakan. Kopi Keliling akan menjadi event berseri selama 2011 ini. Kopi Keliling vol. 1 akan diadakan di Tornado Coffee, Kemang (yup, acara ini diadakan di coffee shop. cool, huh?) dari tanggal 20 Februari hingga 5 Maret 2011. Kopi Keliling ini akan memamerkan karya-karya dari ilustrator lokal, antara lain Lala Bohang, Motulz, Dmaz Brodjonegoro dan Emte. Kita lihat yuk bagaimana mereka “membaca” kopi.

One thought on “kopi.seni.karya.lokal”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s