the mejik of Shazam

Saya bukan penggila teknologi yang mengikuti perkembangan piranti canggih setiap waktu. Meski sekarang, saya (seperti banyak orang di sekitar) memakai Blackberry. Namun jika ditanya apa ponsel favorit saya, saya akan dengan lantang menjawab Sony Ericsson W810. Ponsel yang jadi jagoan saya selama sekian tahun karena bentuknya yang simpel, enak digenggam dan fitur musik mantap dengan kualitas earphone dijamin memanjakan telinga. Nggak peduli dengan aplikasi lain seperti games, bahkan push email atau browser internet. Buat saya, ponsel bagus itu yang bisa buat nelpon, SMS, denger musik dan ada senternya (ini penting mengingat kondisi listrik di negara kita masih meragukan). Ponsel tadi sudah lolos semua kriteria yang saya harapkan. Bagaikan bertemu pacar sesuai harapan, saya suka dan bangga sekali dengan ponsel itu meski teman-teman lain punya ponsel lebih canggih yang bisa foto berkualitas bening atau main games interaktif. Apalagi waktu itu beberapa kali program TV tempat saya bekerja sering mendatangkan ponsel terbaru dengan fitur macam-macam. Namun saya ndak tertarik, tuh.

Hanya saja saya harus adios amigo dengan si hitam yang waktu itu setia banget jadi teman bengong ini, karena tombol untuk memutus percakapan (bergambar gagang telepon merah itu, lho) mulai susah dipencet. Akhirnya saya menggunakan blackberry. Saya tahu, di balik tagihannya yang lumayan tinggi karena saya menggunakan paska bayar, banyak sekali kelebihan dari Blackberry. Mulai dari GPS, messengers, pengaturan email yang rapi dan sebagainya. Hanya bentuknya nggak asik untuk dipegang. Nggak cocok buat orang yang ceroboh, kayak saya. Fitur musiknya juga keok. Apalagi urusan foto. Kualitasnya bikin ngenes kalau ada momen yang ingin diabadikan. Akhirnya ya saya terima saja si BB ini apa adanya.

Namanya juga berusaha menerima apa adanya, tentu masih agak ngarep si BB bisa memberi sesuatu yang lebih lagi. Nah, pas banget tuh saya “ketemu” dengan aplikasi yang namanya Shazam. Aplikasi ini menyenangkan pisan bagi mereka yang suka denger musik dan sering dilanda penasaran seperti arwah ketika mendengar lagu menarik yang tak dikenal di radio atau di manapun. Sejak mengunduh Shazam, setiap mendengar ada lagu yang menarik perhatian, saya tinggal klik dan memintanya untuk “mendengar” lagu itu lalu dalam hitungan detik saya langsung mendapatkan informasi tentang lagu tersebut. Nggak cuma judul dan penyanyi/bandnya saja. Bahkan diskografi, tahun rilis, lirik, biografi, situs, video youtube-nya, mengirim info lagu ke teman-teman (via SMS, twitter email atau BB messenger) hingga pilihan untuk membeli lagu tersebut. Ya, memang ada beberapa kelemahan seperti gagal mendeteksi lagu yang terlalu “indie” atau (kata teman saya) yang berformat akustik. Tapi menurut saya teknologi ini sudah cukup jenius.

Sebenarnya Shazam bukan teknologi baru. Setahu saya nih, ini mirip dengan fitur TrackID yang ada di beberapa seri Sony Ericsson. Hanya saja waktu itu kan cuma bisa dinikmati pengguna Sony Ericsson berfitur TrackID. Sementara Shazam bisa diunduh pengguna Blackberry, IPhone, Nokia hingga Android. Menurut pandangan sok tau saya nih, keren banget kalau di ranah lokal aplikasi ini dimanfaatkan lebih maksimal, baik oleh pihak artis maupun label. Misalnya dari pihak artis/label menyediakan informasi selengkap mungkin agar ketika lagu “terdeteksi”, pendengar nggak cuma sekadar tahu tapi juga melakukan aksi lebih nyata seperti membeli lagunya, mengunduh ring back tone-nya atau datang ke konsernya karena info juga dilengkapi jadwal manggung.  Ini juga bisa jadi peluang untuk brand/produk. Mereka bisa beriklan ke target market yang lebih jelas, karena setiap lagu/artis mewakili pasar tertentu. Sebuah produk minuman soda ingin mengincar pasar ABG, iklan produk bisa disisipkan di lagu/artis yang memiliki pendengar remaja.

Beberapa malam lalu saya sempat membahas sekilas tentang ini dengan teman yang kebetulan bekerja di salah satu provider, hal krusial yang harus diperhitungkan tentunya database. Bayangkan seberapa besar database yang dibutuhkan untuk mencakup sekian juta lagu. Tapi kalau ini bisa diwujudkan, seharusnya sih bisa ngasih kontribusi yang lumayan ; )

Bayangin deh, kita pasti beberapa kali penasaran dengan lagu yang diputar di radio tapi nggak tau siapa yang nyanyi. Bahkan kalau saya langsung pasang telinga dan mencatat liriknya lalu googling. Sementara dengan Shazam, kita hanya perlu memintanya untuk “mendengar”, mengirim data ke database-nya, lalu menyodorkan segala info tentang lagu itu. Semua itu dilakukan kurang dari 20 detik.  Aplikasinya gratis pula! Hanya saja dengan batas lima tags per bulan. Jadi saya termasuk orang yang puas dengan aplikasi ini dan Shazam membuat saya jadi lebih sayang dengan ponsel saya sekarang.

Oya, berkat Shazam saya jadi tahu mereka : )

Penggemar New Order pasti bengong dengar ini : )

Band asal Florida, Amerika. Cocok buat yang suka alternatif 90an

.

Lalu, saya juga jadi tahu lagu-lagu pop lama seperti.

dan

10 thoughts on “the mejik of Shazam”

  1. Percaya gak, aku pernah kepikiran kalo kerja di radio pengen bikin program kayak gini. Jadi dari para pendengarnya nyanyi atau humming atau nelponlah ke radio itu tentang lagu yang dia penasaran pengen tahu, terus radio itu ngelempar lagi ke pendengar, ad yang tau gak lagu itu, trus lagunya diputer kalo udah ketauan! Ahahahahahahah!! :D Wah wah, pastinya dirimu cinta sekali ya dengan aplikasi ini. Eh, ini tulisan tak berbayar kan? :D

    PS: Lagunya eddie brickel itu judulnya circle apa circle of friends ya..? Setau aku yg terakhir.. :D

  2. iyaaa..menurutku ini jenius loh, karena menjawab ‘angan-angan’ banyak orang, termasuk kamuh dan aku. jadi kita ndak perlu repot nanya ke radionya atau ke waiter (kalo di resto/kafe). tau nggak? aku ngetes di supermarket kemarin dan mereka bisa deteksi lagu Ungu. hahaha
    ga kok ga dibayar. boleh lah kalo dibayar asal aku bisa tag dan dapet lagu2 gratis haha
    judulnya Circle deh kayaknya :D

  3. At last the magic Shared
    Mudahan2 makin banyak applikasi Iphone yang dibuat untuk versi BB

    ini iklan iphone tahun 2009 featuring shazam n my fav duo the submarines

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s