mahaselingan

Tulisan ini entah kenapa hanya teronggok di bagian draft sejak Februari tahun lalu. Saat itu saya masih bekerja di sebuah stasiun TV dengan waktu kerja cukup teratur (baca: dari subuh sampai malam).

17 Februari, 2009

Pagi ini saya bangun dan merasa akan menjalani hari yang biasa saja. Berangkat kantor seperti biasa. Menyiapkan pekerjaan seperti biasa. Menjalani pekerjaan seperti biasa. Pokoknya semuanya baik-baik saja, seperti hari lain. Ya, seperti menjalani rutinitas setiap hari. Baik-baik saja. Berangkat-kerja-pulang-mungkin sesekali mampir ke kafe atau restoran untuk bertemu teman lalu pulang.

Pokoknya merasa hidup sudah baik-baik saja, hingga saat setelah sarapan perut saya mulai meronta dan saya segera ke toilet, tak lupa mengambil bacaan yang kebetulan ada di atas meja kerja, Kentut Kosmopolitan yang ditulis Seno Gumira Ajidarma . Buku ini berisi kumpulan artikel Seno Gumira di majalah Djakarta. Jadi saya membacanya secara acak. Entah kenapa tangan saya memilih halaman 111 dan mulailah saya membaca artikel berjudul ‘Mahaselingan’.

Artikel ‘Mahaselingan’ ini berhasil membuat saya merasa tertampar di pagi hari. Tepatnya dua tamparan. Tamparan pertama adalah pembahasan tentang pola masyarakat Jakarta yang menjalani lima hari aktivitas rutin dan selalu haus akan selingan di saat akhir pekan namun akhirnya bentuk selingannya pun (ironisnya) itu-itu saja. Masyarakat Jakarta terjebak dengan kenyamanan dalam bentuk rutinitas, bahkan di saat mereka memilih untuk melakukan rekreasi. Ekstrimnya, Seno mengatakan kalau Homo Jakartensis telah menjadi zombie, mayat-mayat hidup tanpa kehendak sendiri yang diterima sukarela bak seorang masokhis atas nama penyelamatan perut keluarga nan suci. Wah, setelah membaca saya langsung bertanya, apakah saya seperti ini juga, ya? Terjebak dalam rutinitas bahkan di saat akhir pekan yang seharusnya jadi kesempatan saya untuk memecah rutinitas itu. Apa yang sudah saya lakukan untuk mendobraknya? Apa yang bisa saya lakukan supaya saya nggak jadi “robot”?

Re-kreasi adalah penciptaan kembali. Lalu seperti apa bentuk kegiatan rekreasi masyarakat Jakarta, termasuk saya, selama ini? Konsumsi.

Lalu, apa tamparan no.2? Ada pada kata kunci rekreasi. Re-kreasi adalah penciptaan kembali. Lalu seperti apa bentuk kegiatan rekreasi masyarakat Jakarta, termasuk saya, selama ini? Konsumsi. Belanja di sini, makan di sana, karaoke di situ. Kalau kata Seno, selingan bagi Homo Jakartensis lebih sering berarti konsumsi: menelan, menelan, dan menelan – bukan mempersembahkan kreasi.

Rasanya sudah saatnya memanfaatkan selingan tidak hanya untuk sekadar bersantai, tapi juga melakukan sesuatu yang bisa berujung ‘kontribusi’.

Saya salut melihat mereka yang nggak hanya sibuk mikirin makan di mana hari ini atau beli apa saat midnight sale nanti malam. Mereka yang lebih banyak berpikir, mendiskusikan ide dan berkreasi.  Bahkan tidak cuma berkreasi, tapi juga berkontribusi untuk sekitarnya. Saya? Masih jauh dari mereka : )

Rasanya sudah saatnya memanfaatkan selingan tidak hanya untuk sekadar bersantai, tapi juga melakukan sesuatu yang bisa berujung ‘kontribusi’. Sesederhana ‘diskusi ide ngalor-ngidul’ pun paling tidak sudah membuka pikiran untuk mengeskplorasi lebih jauh lagi. Supaya selingan yang kita punya bisa menjadi mahaselingan. Nggak usahmendadak  bikin kegiatan akhir pekan produktif melulu, sih. Toh, kita memang perlu kegiatan bersantai, kok :)

7 thoughts on “mahaselingan”

    1. terima kasih sudah sudi mampir..mudahmudahan mau mampir lagi di lain waktu :D iya, lebih enak dengan huruf kecil ya, jadi bacanya ga pusing dan kesannya ga teriak-teriak gituh

  1. hallo mbak nike…salam kenal! iseng blogwalking dan nyasar ke mari. :)

    ga tahan buat ga komen di postingan ini..
    kalo kata orang sunda bisa dibilang : ‘abdi ngiring kacabok’

    hehehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s