menghargai momen

Setiap bulan Juni, saya selalu mengingat ini.

Mungkin hampir semua orang pernah memiliki momen ini. a phone call that somehow changed your life or the way you some parts of it.

Juni, beberapa tahun lalu

Malam itu entah kenapa saya ingin mengunjunginya lagi. Padahal saya baru saja melihatnya kemarin. Malam itu saya berkalikali mengelilingi gedung itu tapi menyerah di putaran kelima dan memutuskan untuk pulang. “Masih ada hari esok.”, begitu pikir saya. Besok paginya, teman baik saya menelpon dan berkata kalimat yang sampai sekarang saya ingat dengan jelas. “Nik, Geri sudah nggak ada..”.

Saya langsung bergegas ke rumahnya. Perasaan saat itu masih belum jelas, sampai akhirnya saya memasuki komplek tempat tinggalnya. Baru terasa kalau sahabat ini benar-benar pergi, karena selama ini saya (dan teman-teman lain) biasanya memasuki jalan ini untuk menjemputnya, bukan mengantar pergi.

kumpulkumpul dengan Alm. Geri (kaos kuning)

Hingga hari ini saya masih ingat kontak mata kami terakhir. Ia dengan tubuh lemahnya di atas tempat tidur, setelah berbulanbulan harus keluar-masuk rumah sakit untuk cucidarah. Saya masih ingat obrolan-obrolan seru di mobil, di restoran, di telepon. Bagaimana ia menyukai musik elektronik, gamelan sekaligus album pertama Justin Timberlake. Ia bukan individu paling heboh. Ia cenderung diam, tapi entah kenapa ia nggak pernah menolak menghabiskan waktu dengan kami, teman-temannya yang lebih sering membuatnya geleng-geleng kepala dan mengelus dada. Kami juga nggak paham kenapa kami selalu menculiknya untuk jalan bareng atau makan malam padahal isi jalanjalan kami seringkali hanya ejekmengejek dan hinamenghina : )

[hela nafas]

Sejak hari itu saya belajar menghargai momen. Terutama dengan orang-orang yang ada dekat dengan hati. Baik mereka yang sudah berbagi sejak berpuluh tahun lalu, hingga yang baru beberapa minggu berjabat tangan. Meski saya mengakui masih sering alpa. Sering sekali. Maafkan kalau saya lupa atau khilaf. Mari saling mengingatkan. Itu salah satu nikmatnya punya teman, kan? : )

5 thoughts on “menghargai momen”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s