Berbagi Hidup Nikmat [03] dan Hidup Nikmat [12]

Dua malam lalu, sahabat saya sejak kuliah, Achi mengirim pesan lewat Blackberry Messenger. “Baru nyadar, ada satu lagi seri hidup nikmat yang pengen gue share. Kalo nggak sekarang, pasti bakal nggak inget lagi..”, begitu katanya dan inilah hidup nikmat yang ia bagi malam itu.

Membaca novel Haruki Murakami di malam hari yang sepi. No other sounds but the ticking clock and the sound of my breath. That is a perfect moment for me to sink in deep to Murakami’s imagination, and for a while transcends into his world. I just realized that this is one of my “Perfect Moment” : )

Asma Pudjiasti atau Achi adalah salah satu orang terdekat saya yang bisa memahami saya tanpa perlu memberinya penjelasan panjang. Sifat dan pembawaan kami memang tidak mirip, tapi ada cara pandang dan takaran ’emosional/logika’ yang sejalan. Mungkin karena waktu mbrojol kami ke dunia hanya berselang beberapa jam. Saya lahir di sore hari, ia esok paginya. Beberapa kali kami ketawa geli karena barang yang kami pilih/beli sama persis. Biasanya barang yang disukai tipikal virgo. Sederhana dan fokus pada detail.  Oya, soal selera kami berbeda namun Achi yang mengenalkan saya dengan karya-karya sutradara Wong Kar Wai. Terima kasih ya neng Achi sudah berbagi hidup nikmat, berbagi cerita, berbagi citacita dan berbagi rasa selama ini.

Terima kasih juga untuk semua sahabat saya yang selalu ada dengan caranya masing-masing : )

hidup nikmat no. 25

Memiliki sahabat-sahabat.

One thought on “Berbagi Hidup Nikmat [03] dan Hidup Nikmat [12]”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s