saya.menulis

Saya memang suka menulis. sejak kecil saya suka menulis. Itu sudah saya bahas di sini. Hanya saja, beberapa kali ada komentar yang mampir kalau saya termasuk pelit menulis. Bukan. Bukan pelit mengeluarkan kata-kata, tapi mungkin lebih tepatnya pelit mengeluarkan siapa diri saya lewat tulisan-tulisan saya.

Saya sering berpikir bahwa yang paling penting adalah tulisan yang saya buat, bukan saya. Orang yang membaca tulisan saya (dan melihat gambar-gambar atau jepretan saya di blog ini) nggak perlu tahu seperti apa kehidupan sehari-hari saya. Apalagi mengetahui kalau hari-hari saya kok rasanya biasa saja, ya. Saya sering bertemu dan ngobrol dengan mereka yang hidupnya jauh lebih berwarna bahkan meriah seperti Disneyland (ke sana aja belum, berani ngomong kayak Disneyland).

Sebenarnya bukan hanya tentang tulisan, sih. Melainkan karakter saya sendiri. Bukan sekali dua kali kok saya mendapat komentar kalau saya seakan-akan menjaga rapat sebagian kisah saya. Mungkin karena kalau saya menceritakan sesuatu, saya sering menceritakannya secara komprehensif. Padahal biasanya orang lebih paham kalau dijelaskan dengan detail.Ssaya nggak pernah bermaksud menyembunyikan sesuatu, tapi saya suka berpikir, “emang penting ya bahas ini sampai urusan yang kecil-kecil?”

akhirnya (kadang) saya suka dianggap dingin. Padahal saya mungkin sama dengan yang lain. Punya emosi  yang kadang naik-turun tanpa permisi. Saya nggak tahu kenapa bisa terbiasa seperti ini. Mungkin karena saya anak bungsu jadi lebih terbiasa mengakomodasi dan kompromi dengan sekitar sehingga membuat saya merasa nggak terlalu signifikan untuk membahas hidup saya. Mungkin juga karena saya merasa saya sudah terbiasa mengekspresikannya lewat tulisan. Saya mengerti bahwa sebagian orang lebih senang mendengar langsung, tapi tidak semua orang bisa secara instan menumpahkan isi kepala dan hatinya lewat verbal. Saya juga bicara. Lewat tulisan. Toh, saya (alhamdulillah) punya segepok sahabat yang selama ini hadir dan mendengarkan juga membantu saya. Saya merasa nggak kekurangan sarana pelampiasan diri. Kalau kehidupan sehari-hari biasanya saya mencatat di jurnal pribadi. Makanya saya agak adiksi dengan buku tulis. saya membawa buku tulis ke manapun. sejak sekolah hingga setahun lalu, saya biasa menulis jurnal. sebenarnya itu bukan karena nggak ada tempat berbagi, tapi karena saya super pelupa. Saya bisa mengingat ‘rasa’ dari kejadian yang sudah lewat, tapi detil kejadian itu sendiri sering alpa. Makanya saya menulis di jurnal supaya saya bisa mengingat dan belajar. Apalagi sahabat atau orang-orang yang kita sayang kan nggak 24/7 hadir buat ngingetin, mereka juga punya urusan masing-masing. Jadi, jurnal juga berfungsi sebagai kaset memori saya yang bisa saya putar saat dibutuhkan, dan tentunya mencoba instrospeksi lewat ritual ‘membaca kembali’ itu.

Nah, bisa jadi karena itu saya seperti pelit. Tapi bukan berarti saya nggak peduli dengan komentar-komentar ini, lho. percaya deh, saya itu virgo dan virgo punya kecenderungan terlalu memikirkan banyak hal. Meski untungnya diseimbangkan dengan kadar logika yang lumayan, jadi meski suka oleng sana-sini ya masih bisa dikendalikan, lah. Tapi, saya masih mikir, kok. Saya masih mikir kalau pandangan itu bisa diterima.

Oleh karena itu saya membuat listografi. selain untuk menyenangkan diri sendiri dan mencatat apapun yang saya suka dan saya inginkan, menurut saya lewat daftar tempat favorit, tempat impian, benda kesukaan dan sebagainya juga bisa merepresentasikan kehidupan seseorang ;)

Mulai sekarang, saya juga memulai untuk memasukan lebih banyak fragmen hari saya yang berhasil ninggalin tanda. Siap-siap ya : )

ini sedikit representasi saya. Suka biru. Suka langit. Sering terjepit di masa 90an (tulisan kaos saya I heart 90s dengan gambar furby). Suka jalan (fotonya diambil pas jalanjalan). Suka warna yang tiba-tiba kontras seperti kipas oranye ini. Suka malu-malu (kalo kata teman-teman saya, tambah imbuhan ‘in’ di belakang)

.n.

5 thoughts on “saya.menulis”

  1. Nike suka pashmina to? tau gitu haha~ aku suka hunting pashmina di pasar tradisional di Semarang buat hadiah kecil buat temen-temen dr luar dan mrk seneng sekali, pdhl itu didapat dr pasar tradisional, next meet deh :)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s