Your Life is Not Going to be Normal, Dear

Andaikan kejadian-kejadian buruk yang terjadi di hidup kamu bisa kamu hapus secara permanen. Apakah kamu akan mengambil pilihan itu? Mungkin saat kondisi di bawah, kita pernah berpikir,

“kalau boleh memilih, aku memilih untuk tidak bisa mengingat semua kejadian buruk dan konsekuensi menyakitkan dari kejadian itu”.

Mungkin di antara hari-hari yang memberi kita energi untuk tertawa atau tersenyum, kadang di beberapa jeda kita masih berpikir,

If I could turn back time, I’d prefer not to get into those thing that had made me feel worse.

Masih ingat film yang dibintangi Jim Carrey dan Kate Winslet, ‘Eternal Sunshine of The Spotless Mind’? Film itu mempertanyakan bagaimana jika semua kekecewaan, kemarahan dan sakit hati bisa dihapus.

Apakah hidup akan bisa normal?

Seringkali, saat kekacauan terjadi. Sikap pertama kita adalah menyalahkan. Menyalahkan oknum-oknum yang ikut andil dalam situasi itu. Menyalahkan kondisi yang tidak adil. Hingga yang terakhir adalah menyalahkan diri sendiri, dan itu yang sering terasa berat karena nggak ada yang lebih sulit selain melawan diri kita sendiri. Kenapa sulit? Karena jangankan orang lain, bahkan kita sendiri kadang belum mengenal diri sedalam itu. Ditambah dengan kekecewaan dengan diri sendiri, semakin sulitlah kita untuk menerima diri kita. Apalagi mengenalnya lebih baik dan memaafkannya.

Seorang sahabat pernah bicara kalau ia rasanya ingin operasi cuci otak atau dihipnotis saja supaya dia nggak perlu lagi hidup dengan kemarahan dan kekecewaan. Seorang lagi  pun beberapa kali pernah bicara andaikan kejadian A tidak terjadi, mungkin ia sudah hidup lebih baik sekarang. Kalimat-kalimat ini bukan keluar dari seseorang yang sulit berteman dan nggak berhasil di karirnya, lho. Kalimat-kalimat ini muncul dari sosok yang dikenal menyenangkan dan punya karir yang bikin sekitarnya iri. Melihat ini saya jadi tersadar bahwa semesta memang adil dengan caranya sendiri. Semua orang punya rejekinya masing-masing. Materi lebih dari cukup, penampilan menarik, pekerjaan sukses atau temanteman super banyak adalah rejeki. Namun semua orang juga punya problemnya masing-masing, entah itu yang berasal dari dirinya sendiri atau dari orang sekitar dan lingkungannya.

It’s just the way it is.

Mau beratus kali kita bertanya ke orang-orang atau ke diri sendiri, “kenapa ini harus terjadi sama gue?”, nggak akan ada jawaban yang tepat. Nggak akan ada jawaban yang memuaskan hati. Nggak percaya? Coba deh praktekin : )

Kalo kata salah satu lagu Pet Shop Boys, “Se a vida é.  That’s the way life is”. Mungkin kalimat itu terdengar seperti keluar dari pikiran yang malas untuk menganalisa situasi lebih dalam, tapi kita perlu memahami kalau yang namanya hidup itu jauh lebih besar dari kita. The universe is bigger than us and sometimes it leaves us with questions. Unanswered questions. Why? Because it’s just the way it is.

Lalu, gimana caranya supaya kita bisa ngejalanin hidup dengan tenang-aman-damai-tanpa-kekacauan-kecil-dan-besar-yang-bikin-kita-marah-sedih-kecewa-takut? Jawabannya TIDAK ADA, karena begitulah hidup yang sudah, sedang dan akan kita jalani. Kadang kita berhasil, kadang kita keliru, kadang kita terhanyut, kadang kita bahagia, kadang kita bingung, kadang kita menunggu. That’s life.

Mungkin cara yang paling ampuh adalah dengan mengingat hal-hal baik yang pernah terjadi. Apa saja yang membuat kita happy. Bahkan sesuatu yang kecil sekalipun. Bahkan kalau perlu coba deh benar-benar ditulis. Ambil kertas dan pulpen sekarang dan buat daftar hal-hal yang kita senangi. Dari yang sangat sederhana hingga yang sangat besar. Setelah itu, tulis cita-cita dan hal-hal yang selama ini ingin dilakukan. Citacita bukan hanya milik anakanak, kok. Tidak ada kata terlambat untuk punya citacita. Membuat dua daftar ini selain membuat kita jadi menyadari bahwa ada begitu banyak hal di hidup yang patut kita syukuri dan raih, juga membuat kita semakin mengenal dan memahami diri kita.

Ya, kita pernah mengalami hal buruk. Kita sering melakukan kesalahan. Kita terjatuh dan terjatuh lagi.

Namun hidup bukan hanya tentang bertahan dan mencoba berjalan lagi. Hidup juga tentang bersyukur dan memberi arti.

Bersyukur dengan semua hal baik yang kita miliki, baik yang besar maupun yang kecil, sesederhana kita bisa meminum segelar air putih setiap pagi. Memberi arti dengan mewujudkan impian diri kita.

Life is not going to be normal, IF your version of ‘normal life’ means a life without the down sides. Sama seperti rejeki dan bahagia. Musibah dan kesedihan juga bagian dari hidup. Kita hanya perlu menerima, memahami dan menjalaninya. Namun jika kita ingin mengisi hidup. Go make a list, embrace your life and the ones you love and chase your dreams.

Sekali lagi, ini hanya salah satu kemungkinan solusi. Solusi tidak bersifat absolut, dan setiap individu punya caranya masing-masing. That’s life. It’s just the way it is. we live and we learn : )


Versi cetak di majalah Cleo, Juni 2010

Bintaro, awal April 2010

7 thoughts on “Your Life is Not Going to be Normal, Dear”

  1. Hey,

    Gua suka sama tulisannya, berisi mengenai hal typical yang terjadi di kehidupan manusia saat ini. Mereka menjalankan hidup berdasarkan keharusan yang membuat diri mereka tidak bahagia. Hal ini memicu rasa regret mengenai masa lalu, “coba gua dulu gak begini, coba dulu gua ambil kesempatan itu, coba gua dulu pacaran sama dia” dan coba coba yang lain.

    Hal ini yang membuat gua juga membuat blog mengenai happiness and how to get it, boleh dilihat di http://www.emirzakiar.blogspot.com

    Gua pingin buat orang2 merasa hidup mereka worth it di dunia ini dan mereka senang ada di dunia.

    You only life once in this world so why you spend it with sorrow, anger, and sadness instead of happiness?

    Have a Happy Life
    -EZ

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s