jkt.beauty in ugly.

Bulan ini cuaca Jakarta super panas. Coba deh perhatikan status Facebook atau update di Twitter. Isinya keluhan mahluk-mahluk ibukota yang terkena imbas suhu kota yang nggak main-main.
“panas banget!”
“gerah gila”
“pengen berenang di kolam”
“matahari sedang jumbo sale ya?”
Biasanya kalo panas beringas begini, sebagian besar orang memilih untuk sembunyi di dalam. Tapi coba deh sesekali ke luar dan lihat langit yang super biru dengan awan berkerumun. Seperti yang saya lakukan selama ini, dan seminggu terakhir ini kamera saya supergirang karena banyak objek yang bisa dijepret :D
Meski cuaca panas membuat langit akhir-akhir ini menyuguhkan sensasi mata yang jarang kita dapat di kota, tapi miris kalau kita kembali mengarahkan mata ini ke sekitar. Sudah semakin jarang pemandangan yang bikin kita merasa adem. Isinya gedung-gedung tinggi, sebagian kaca pula jadi bikin silau, belum lagi sampah. Nggak ada cerita bisa guling-gulingan di taman atau duduk cantik di bangku sebuah taman kota sambil baca buku.
Kalau mau mencari pemandangan yang membuat mata adem, kemungkinan besar harus beranjak ke pinggir Jakarta dulu. Seperti saya hari ini. Ya, mumpung rumah juga pinggiran jadi saya keliling-keliling komplek sebentar dan voila!
Oya, seminggu terakhir ini saya sampai punya ‘soundtrack’ sendiri kalau ternyata langitnya berseriseri-tiada-tara (dan biasanya sih udaranya sedang gerah- bikin-marah), judulnya ‘Kaze Wo Atsumete’ dari band Jepang Happy End. Awalnya hanya tahu kalau lagu ini bagian dari soundtracks film kesayangan saya, ‘Lost in Translation’ . Saya nggak tau arti lagu ini ย tapi entah kenapa ย rasanya pas banget kalau diputar saat menikmati langit. Ternyata, liriknya sesuai sekali. Setelah cari sana-sini, akhirnya dapat info kalau lagu ini ย menceritakan tentang kota Tokyo yang semakin kehilangan pemandangan indahnya karena lajunya perekonomian Jepang. Pas juga kan dengan kondisi sekarang. Semakin langka pemandangan indah yang bikin kita senyum. Kalaupun bisa menikmati langit biru dengan awanawan cerah, itu masih ditemani polusi udara yang bikin sesak. Jadi, akhirnya kita menghibur diri mengambil momen ‘beauty in ugly‘ ;)
ps: saya jamin, lagunya bikin jatuh cinta :D
**

Kaze Wo Atsumete

machi no hazure no
senobi shita roji wo sanpo shitetara
shimi darake no moya goshi ni
okinuke no romen densha ga
umi wo wataru no ga mieta n desu

sorede boku mo

kaze wo atsumete kaze wo atsumete kaze wo atsumete
aozora wo kaketain desu
aozora wo

totemo suteki na
asaake doki wo toorinuketetara
garan to shita bouhatei goshi ni
hi’iro no ho wo kakageta toshi ga
teihaku shiteru no ga mieta n desu

sorede boku mo
kaze wo atsumete kaze wo atsumete kaze wo atsumete
aozora wo kaketain desu
aozora wo

hitoge no nai
asa no KO-HI-ya de hima wo tsubushitetara
hibi wareta GARASU goshi ni
matenrou no kinuzure ga
hodou wo hitasu no wo mita n desu

sorede boku mo
kaze wo atsumete kaze wo atsumete kaze wo atsumete
aozora wo kaketain desu
aozora wo

*

terjemahan

Gather The Wind


As I was walking down a towering alley
In the outskirts of the city
I saw beyond the blotched fog
A streetcar still sluggish from sleep
Crossing over the sea

That’s why I want to gather the wind (under my wings)
Gather the wind (under my wings)
And run across the blue sky.

As I passed through a beautiful sunrise
I saw beyond the empty-looking breakwater
A city with its day-colored sails up
Moored in the port

When I was killing time one morning
At an empty coffee shop
I saw through the cracked glass
The rustling of the high-rises’ silken clothes
Brushing on the sidewalk

5 thoughts on “jkt.beauty in ugly.”

  1. Jakarta memang luar biasa panas belakangan ini, dan panasnya itu bikin kulit jadi perih.
    Nah itu, mustinya setiap gedung di Jakarta ini diwajibkan punya halaman cukup untuk menanam pohon.

  2. saya yang terbiasa di Cirebon, kemudian beberapa bulan lalu, selama dua bulan di Jakarta di Jalan Kenari, merasa Cirebon tetap masih lebih panas, kemudian sebulan lalu di Bekasi, ternyata Bekasi lebih menyengat dari Cirebon, meskipun kata pak Haji tetangga sebelah mengatakan kalau Cirebon ternyata lebih panas dari pada Mekah (curhatnya ketika melaksanakan ibadah Haji)…

    http://menjadikosong.wordpress.com

  3. Wah, kita punya hobi yg sama mbak :)
    saya juga suka suka sekali ngeliat awan pake soundtrack (KingsOfConvenience – misread). Kebetulan kampus saya sebelahnya ada padangrumputkecilkecilan,dan setelahnya tdk ada bangunan tinggi. Jadi nikmat sekali buat dijadikan ‘getaway’ pas lagi suntuk kuliah. hehe

    salam kenal

    1. menyenangkan sekali melihat langit, apalagi kalo kita sudah dapet lagu yang ‘pas’ buat menemani :)
      wah kampusnya di mana tuh???enak banget kalo bisa memandangi awan tanpa halangan2 :D
      terimakasiii sudah mampir

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s