ke langit

Aku ingin jadi sahabatmu
Menari denganmu
Menyusuri malam bertabur debu
Tidak henti aku meragu akan ucapan dan kerlapan
Ini mungkin tidak akan berakhir dengan pita di dada
Atau bunga di nisan
Atau jejak-jejak kaki yang semakin lamat
Namun aku ingin jadi sahabatmu
Menggores kuas silih berganti
Mengatur langkah tak beraturan
Dari sejak pelupuk timur merekah
Hingga hanyut barat menjingga lalu terpejam
Tik
Tik tik
Tik tik tik
Semalam
Hanya semalam saja
Karena esok dan esoknya lagi mungkin akan luruh
Biarlah hanya semalam
Aku dapat bercermin di bulir embun hangat
Hingga menggigil diterkam angim kelam
Setelah itu
“Up to heaven..forever”

15 Juli 2008
Gandaria, 20.07
Bintaro, 23.27

One thought on “ke langit”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s