ironi

‘sebenarnya yang gue butuhkan adalah berbagi. Esensi dari memberi.’

‘gue juga. sesederhana itu.’

‘ya, simpel. mungkin yang dibutuhkan hampir semua orang di kota ini adalah sesuatu yang sesederhana itu.’

‘seperti jaman batu. jaman di saat kita tidak dihadapkan dengan ratusan pilihan’

‘ya. andai saja”‘

‘ya. asal kita tetap jujur, pasti akan ada”

[diam.]

percakapan terjadi di dalam restoran yang berada di sebuah mal bergengsi.

ice lemon tea-ice cappucinno-melted cheese fries-2 manusia umur pertengahan 20an.

jakarta, tengah februari 2009

2 thoughts on “ironi”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s