ada dan sempurna

dan durata berkata

“aku butuh seseorang, amalea”

“seseorang seperti apa yang kamu butuhkan?”

“ia tidak harus sempurna, tapi ia harus ada”

“bukankah orang-orang selalu menginginkan orang yang sempurna?”

“tidak dengan aku, amalea. aku tidak butuh yang sempurna. aku butuh yang ada”

“bukankah menyenangkan jika kamu memiliki seseorang yang sesuai dengan harapanmu, durata?”

“itu tidak akan terjadi. kamu tahu, aku selalu berubah. jika ia adalah yang sempurna bagiku saat ini, apakah ia akan menjadi yang sempurna bagiku esok hari?”

“namun paling tidak kamu tahu bahwa ia pernah sesuai dengan harapanmu, durata”

“dan kemudian kecewa karena ternyata ia cacat dan tidak lagi masuk dalam kategori sempurna bagiku”

“lalu siapa yang kau inginkan, durata?”

“seseorang yang ada”

“supaya kamu bisa bahagia?”

“aku tidak perlu bahagia. hidup itu tidak selalu bahagia, amalea”

“namun bukankah itu yang sering menjadi tujuan manusia dalam hidup? bahagia”

“dan kemudian mereka kecewa karena hidup tidak selalu bahagia, karena hidup memang tidak hanya bahagia”

“maksudmu mereka buta?”

“ya, menurutku mereka tak memahami bahwa hidup tidak hanya bahagia”

“lalu kamu tidak ingin bahagia, durata?”

“apa kebahagiaan itu, amalea?”

“kebahagiaan itu ketika kamu merasa semua telah kamu raih”

“apakah kamu percaya kamu bisa meraih semuanya?”

amalea diam

“aku tidak ingin bahagia. aku tidak ingin terendam kesedihan. aku ingin memahami bahwa hidup itu ada bahagia namun ada sedih. ada kosong namun ada saat di mana semua terasa luber. aku hanya ingin memahami bahwa aku ada, dan dia. seseorang itu. dia juga ada”

“kamu tidak perlu bahagia?”

“aku tidak perlu bahagia. aku hanya perlu ada”

“dan seseorang itu…”

“ia juga hanya perlu ada. tak perlu sempurna. namun ada”

amalea kembali diam. matanya bening berair menebal.

“aku ada, amalea. kamu juga ada”

dan malam ini

hening berkejaran dengan gemuruh di hati amalea

dan durata merasa damai

karena ia tahu

ia tahu ini hanya guguran dalam hidupnya

dan mereka ada

Bintaro, 14 September 2008

11 thoughts on “ada dan sempurna”

  1. “aku tidak ingin bahagia. aku tidak ingin terendam kesedihan. aku ingin memahami bahwa hidup itu ada bahagia namun ada sedih. ada kosong namun ada saat di mana semua terasa luber. aku hanya ingin memahami bahwa aku ada, dan dia. seseorang itu. dia juga ada”

    –> nikeee… kalimat ini bagus banget :)

  2. Jika semua orang mengerti hidup itu tak akan selalu bahagia, mungkin tak akan ada yang stress atau sakit jiwa….:D

    Kita akan ada jika kita berguna untuk orang lain..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s