menari kesedihan

Namanya Amalea

Namanya Durata

Amalea dan Durata berdampingan

Mereka saling pandang

“Durata, aku ingin menari bersamamu”

“Menari apa? Kamu tahu aku tidak bisa menari”

“Menari apa saja. menari apa saja”

“Aku ingin menari sambil berkabung”

“Bicaramu aneh. Apa maksudmu menari sambil berkabung?”

“Ya, menari sambil berkabung. Bersedih”

“Durata, kamu aneh sekali. Orang menari di saat senang. Bukan di saat sedih”

“Memangnya tidak ada tarian khusus untuk orang yang sedang sedih?”

“Mungkin ada. Mungkin saja ada. Tapi jarang orang yang melakukannya, karena biasanya orang menari saat mereka gembira. Misalnya saat pesta ulang tahun, pesta pernikahan…”

“Kamu tahu darimana kalau mereka yang menari di pesta itu sedang bersenang-senang?”

“Mereka tertawa. Mereka punya energi untuk menari. Mereka menari seperti tidak ada hari esok”

“Siapa bilang? Siapa bilang begitu? Mereka bisa saja sedang sedih”

“Tapi paling tidak mereka berusaha untuk senang, kan?”

“Berusaha untuk senang bukan berarti tidak sedang sedih. Mengapa mereka tidak menarikan tarian tentang kesedihan?”

“Kenapa kamu begitu terobsesi dengan kesedihan, Durata?”

“Aku tidak terobsesi. Aku hanya berpikir realistis saja. Banyak orang sedih di dunia ini”

“Tapi bukan berarti kau harus memikirkannya bukan?”

“Aku tidak bisa tidak memikirkannya. Kamu tega sekali tidak memikirkan mereka”

“Lho, ini bukan tentang tega tidak tega. Kamu bisa lelah luar biasa kalau kamu memikirkannya”

“Aku bilang aku tidak bisa tidak memikirkannya”

“Durata, bisakah kita menari sekarang?”

“Menari kesedihan?”

“Tidak penting menari apa. Aku hanya ingin menari bersama kamu. Kamu boleh memikirkan kesedihan ketika menari bersamaku. Aku boleh memikirkan kamu memikirkan sesuatu yang indah ketika kamu menari bersamaku”

“Setuju. Aku setuju, Amalea”

Amalea dan Durata menari disiram sinar oranye dari matahari yang hampir sembunyi di balik awan abu

Senayan, 17.52 WIB. 3 Juli 2008

3 thoughts on “menari kesedihan”

  1. hehe.. aku tdk bisa menari. gimana kalo makan bareng? orang ga bisa sedih saat makan kan? atau bisa? mungkin karena makanannya ga enak. tapi jgn harap aku akan memandangimu yg sdg makan, amalea. aku akan tetap berkonsentrasi pada makananku. hehe.. yg penting kan kebersamaannya to?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s