Merekah Memerah

Boleh aku memetik senyum dari wajahmu?

Segaris senyum dengan mulut mengulum

Tak terlalu lebar, namun tetap merekah

Tanda dari cerah hatimu yang memerah

Boleh kupetik tawa renyahmu?

Tawa lepas tanpa keluhan

Jeda di selanya bukanlah untuk berpikir apa yang membuat tawa itu hadir

Namun jeda untuk meraih riuh kembali

Boleh aku petik sepasang matamu?

Dua bola berkilat-kilat dipantul sinar

Belum juga nafsu kau jamah

Hitam putih seperti dimensi yang kau kenal

Mengerjap menyisihkan debu halus yang melompat-lompat di lentiknya bulu matamu

Pasti pedih namun sepasang mata itu tetap mengerjap

trap..trap..trap seperti lampu pijar terang redup

Tak apa

Tak usah gundah

 

Bintaro-Senayan, awal April 2008

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s