roti hangat dan susu tanpa lemak

Kamu pikir aku membosankan, sayang?

Seperti roti tawar hangat namun tanpa selai, tanpa mentega, tanpa peanut butter kesukaanmu

Jenuh, keluhmu

Seperti susu tanpa lemak, tanpa gula dan tidak gurih

Bisa kau minum. Bisa meredam haus, namun tidak meninggalkan kesan

Kamu bilang aku harus sedikit menambahkan selai pada rotinya atau gula pada susunya

“Supaya tidak hambar begini, sayang”, katamu

Ah, terserah kamu, sayang

Terserah kamu mau tuangkan apa di permukaan roti hangatnya

Terserah kamu mau tenggelamkan apa ke dalam susu tanpa lemaknya

Oh, aku tahu

Supaya tidak bosan, bagaimana kalau roti hangatnya kita celupkan ke dalam susu tanpa lemaknya?

Nyam

Bintaro, akhir Maret-awal April 2008

6 thoughts on “roti hangat dan susu tanpa lemak”

  1. ah, sudah lah… masih untung punya ada roti, hangat pula.. daripada seperti saya jangankan roti hangat rotinya pun tidak ada :( ..lapar.. ah, sudahlah masih banyak yang bisa disyukuri… apa ada nya saja lah.

  2. acapkali, kreatifitas muncul dalam keadaan terdesak. Roti dan susu yang celup-celupan yang dimaksud itu literal ya? Otak saya kok memiliki fantasi yang lain ya ; )

  3. richard >> ga, itu bukan literal. wah, tp saya ga tau lho fantasi anda dengan imajinasi yg saya punya itu sama atau ga ;)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s