Maaf Dalam Berbagai Versi

Dalam seminggu terakhir ini saya membaca ‘111 Kolom Bahasa Kompas’ yang merupakan kompilasi artikel pilihan ‘kolom bahasa’ harian Kompas. Banyak sekali artikel mengenai penggunaan bahasa Indonesia yang salah kaprah hingga fenomena istilah-istilah baru. Namun dari sekian artikel yang saya baca, salah satu yang berhasil meninggalkan kesan adalah kolom ‘Maaf’ yang ditulis Samsudin Berlian.

Artikel ini sukses membuat saya mengangguk setuju, senyum-senyum, bingung lalu tertawa sendiri.

Berikut ini potongan dari artikel ‘Maaf’. Agak tidak etis kalau saya masukkan semuanya. Kalau anda mau membaca seluruh artikel, klik ke http://64.203.71.11/kompas-cetak/0605/26/utama/2680396.htm

Maaf

SAMSUDIN BERLIAN Tak salah lagi! Kata minggu ini ialah: maaf. Sebagaimana kata-kata besar pada umumnya, makin sering digunakan, makin kabur artinya. Agar lebih sreg mengikuti perdebatan mengenai permaafan, berikut ini 25 makna maaf:

1. ’aku sudah menyesal’ seperti dalam “Maafkan aku, Ma. Isak, isak. Lain kali aku akan belajar sungguh-sungguh.”

2. ’anda akan menyesal’ seperti dalam “Maaf! Kami tidak bertanggung jawab atas keselamatan nyawa siapa pun yang masuk ke dalam lokasi ini tanpa izin.”

3. ’aku khilaf’ seperti dalam “Uhuk, uhuk. Maafkan aku, Dik. Aku tidak akan nyeleweng lagi. Uhuk, uhuk.”

4. ’aku sudah berubah’ seperti dalam “Maafkan kami, Aceh Nanggroe. Yang lalu biarlah berlalu, hari baru berpadu-padu.”

5. ’aku ingin cium kamu’ seperti dalam “Maafkan aku, ya, Siti sayang. Beneran deh, aku tidak akan jalan dengan dia lagi. Kita baikan, ya?”

6. ’ampun’ seperti dalam “’Tiada maaf bagimu,’ kata Siti dingin sambil mengayunkan kapaknya.”

7. ’aku tidak akan mengulanginya lagi’ seperti dalam “Sumpah mati, aku kapok. Tobat. Maafkan sekali ini saja, Bu Hakim. Mulai sekarang aku akan cari kerja halal.”

8. ’aku tidak sengaja’ seperti dalam “Awas! Brak! Maaf!”

9. ’dari dasar hatiku terdalam, sungguh aku tidak tahu aku ini salah apa’ seperti dalam “Maaf lahir batin atas segala kesalahan baik yang disengaja maupun tidak selama setahun yang lalu.”

10. ’anda sedang masuk daerah macet’ seperti dalam “Maaf. Ada perbaikan jalan.”

11. ’tidak perlu bayar’ seperti dalam “Kumaafkan semua utangmu.”

12. ’abaikanlah’ seperti dalam “Wahai adinda, maafkanlah semua kekurangan kakanda.”

13. ’anda senang atau tidak, berkenan atau gondok, pokoknya aku akan melakukannya’ seperti dalam stiker yang banyak tertempel di belakang angkot, “Maaf! Gue sering berhenti mendadak.”

—-

Bagaimana?

Versi ‘maaf’ apa saja yang pernah anda gunakan atau mungkin pernah anda terima?

3 thoughts on “Maaf Dalam Berbagai Versi”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s