Di bawah Langit Biru

Ini rumah kami

Di bawah langit biru

Di atas tanah berdebu

Berdesir nada dari hembusan angin menelusuri jemari

Merapat badanmu dan aku di sini

Rasakan hangat kulitmu dan kulitku saat bersentuh

Kita memang harus selalu saling menukar nafas

Karena di sinilah rumahku dan rumahmu

Rumah kita

Tempatmu belajar tentang merasa, meraba, mendorong, mencoba bertahan

Telah berpuluh kali kita tertawa di sini

Namun tak jarang saling memaki, termasuk di dalam hati

Tidak dapat dihitung berapa kali kamu tersedu

Tetapi di lain hari kita saling memuji

Semua itu terjadi di sini

Di rumah yang berada di bawah langit biru dan di atas tanah berdebu dengan samar angin terasa

Hingga nanti rumah ini akan menjadi saksi

Entah bagaimana yang akan terjadi, yang pasti kamu dan aku tak usah peduli

Ingatkan saja padaku bahwa aku hadir di rumah ini bukan karena alasan yang sia-sia

Kamu pun dikirim dengan misi yang mungkin hingga masamu hampir berakhir kamu belum juga mengerti

Ingat saja jika kita hadir di sini tidak sia-sia

Rasakan saja

 

Bintaro, Maret 2008

4 thoughts on “Di bawah Langit Biru”

  1. retno > nobody knows sis. well, at least there are only 3 persons who know about it. ini sekadar ‘tanda’ bahwa ini sudah ada sejak 2008.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s