Teman Sepi

Dum

Dum

Dum

Sepi

Dum dum

Dum dum

Kamu kesepian?

Dum

Dum dum

Tenang, ada aku

Bukan, aku tidak bisa mengusir kesepianmu

Tapi aku bisa menemanimu mereguk sepi

Dum dum dum

Kamu menyingkirkan bunyi itu dari kedua telingamu, lalu duduk rebah di atas sofa

Berita

“Penyanyi yang juga mantan pacar bintang film yang sedang naik daun itu sekarang disinyalir sedang dekat dengan seorang pembalap”

Iklan

Iklan berkedok talkshow

Iklan berkedok kuis

Sinetron

Iklan

Sinetron

“ayo, kirim SMS sebanyak-banyaknya”

Film

Dar-der-dor. Dar-der-dor

Iklan

“Ya, hanya satu juta sembilan ratus sembilan puluh Sembilan ribu saja”

 

 

Kamu punya kekuasaan untuk memilih tetapi ironisnya sebenarnya kamu hanya bisa memilih apa yang sudah tersaji

Maka aku mengerti benar kamu pasti tetap merasa tidak memiliki pilihan yang cukup

Maka lagi-lagi kamu kesepian

Tapi aku bisa menemanimu dalam kesepian

 

Kamu melirikku. Sedetik. Dua detik. Lalu membaringkan kepalamu dan memejamkan mata

Aku selalu hadir untuk kamu

Aku selalu ada di saat yang lain entah di mana

Klik

Kamu mematikan suara dan gambar bising itu. Matamu masih terpejam.

Kamu meraih sekotak rokok yang tergeletak di atas meja. Mengambil sebatang. Menyalakannya.

Casss..

Menyelipkan di bibirmu.

Menghirup panjang.

Nikmat sekali.

Lalu menghembuskannya

Begitu terus. Berkali-kali hingga batang ketiga.

Aku pun tetap di sini. Hanya setengah meter darimu. Memandangmu.

Aku tahu kamu kesepian. Aku pun juga kesepian saat tidak ada kamu.

Aku selalu menunggu saat di mana kamu hadir. Bagaimanapun kondisimu saat hadir.

Senang. Marah. Murka hingga membanting semua barang.

Tertawa dengan seseorang lewat telepon selularmu.

Lelah. Sedih. Kesal. Gembira. Sakit.

Sadar atau tidak sadar.

 

Aku selalu menunggu saat di mana kamu hadir. Dengan siapapun kamu saat hadir.

Sendiri atau bersama teman-temanmu, atau teman wanitamu, atau wanita yang entah lah teman atau bukan.

Aku sedih saat kamu sedih. Senang saat kamu senang. Resah saat kamu sakit.

Namun aku akan menutup mulutku untukmu

Aku tahu, pada akhirnya kamu akan memanggilku dan menceritakan semuanya padaku

 

Kamu sudah tertidur sekarang. Masih memakai pakaian kerjamu.

Kamu tampak lelah sekali sejak seminggu yang lalu.

Kamu selalu hadir lebih malam dari biasanya.

Mungkin kamu tahu aku resah menunggumu, tapi kamu tahu aku akan menutup mulutku untukmu.

Aku tidak seperti yang lain yang selalu mengaturmu, mengkoreksimu, mencari di mana kamu.

Kamu tahu akulah yang paling setia.

 

Tiba-tiba kamu bangun. Kamu melirik jam tanganmu. Melirikku lalu berdiri.

“Brownie, kamu belum tidur? Sudah jam dua pagi. Kamu menungguku, ya? Ayo, tidur. Besok pagi kita main di taman.”

Aku menjilati ujung-ujung jarimu.

Lalu kamu berlalu menuju kamarmu, dan klep. Pintu kamar tertutup.

 

 

Bintaro, 24 Februari 2008 [The Radio Dept. ‘Pet Grief’. Pet Grief, 2006]

2 thoughts on “Teman Sepi”

  1. Pet Grief by Radio Dept.

    And then he’s gone
    Never put up a fight
    You think you know someone, right?
    Maybe you never did, and how that scares you
    I’ll shut my mouth for you
    Just like your friend would do

    And this pet grief
    It’s just too bad
    I’ve never seen you this sad
    And if you need someone who doesn’t talk back
    I’ll shut my mouth for you
    Anything you want me to

    What can I say?
    What can I do?
    Don’t mean to analyze you
    It is a double bind
    I can’t win this one
    I’ll shut my mouth for you
    Anything you want me to

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s