h..e..n..i..n..g

 

Hening

Boleh aku sebentar saja meresapkan pikiranku?

Rasanya hari ini aku ingin sekali tidak memikirkan apa-apa

Namun tentu aku tidak akan berhasil memikirkan apa-apa

Tetapi paling tidak aku dapat berpikir bebas

Sambil memandangi embun yang menetes pada sehelai daun

Tenggelam, menyelam di dalam samudra dan tiba-tiba memiliki insang

Berenang tak berujung, lalu melompat

Melompat jauh sekali mencuat menuju langit, lalu menari-nari di antara gumpalan besar awan berwarna keemasan

Berguling-guling, sambil menjilati gumpalan awan yang ternyata manis seperti harum manis

Namun kamu harus kembali, sayang. Begitu katamu

Ah, aku masih ingin di sini. Berjingkat-jingkat di antara mega-mega kuning keemasan oh sangat indah sekali hingga aku ragu apakah aku ingin kembali

Kamu tidak bisa selamanya di sana, sayang. Katamu lagi.

Ah, aku tidak akan menolak jika harus selamanya di sini. Aku tidak perlu pusing memikirkan siapa yang akan menang Pemilu, berapa harga indeks hari ini, bencana apa lagi yang akan terjadi, apakah harga bahan bakar akan naik lagi, besok kita makan apa, kira-kira gajiku cukup sampai akhir bulan. Aku mau di sini saja. Selamanya.

Kamu tidak boleh lama-lama berada di sana, sayang.

Duh, kamu bawel banget! Aku kan masih ingin di sini. Aku mau melarikan diri. Banyak orang yang melarikan diri. Bahkan mereka melarikan diri dalam waktu lama sampai orang-orang yang sebelumnya selalu membicarakan mereka menjadi lupa. Kenapa aku tidak boleh melarikan diri? Nanti mereka juga akan lupa dengan aku. Kita kan hidup dengan orang-orang yang pelupa.

Kamu tidak akan bisa berlama-lama di sana, sayang.

Lho? Kok kamu bisa-bisanya berkesimpulan begitu?

Ya, karena kamu adalah bagian dari kita. Kamu tidak akan betah di sana. Sebentar lagi kamu juga akan berpikir kalau kamu bosan bermain-main di sana karena tidak ada tantangannya. Sudahlah, ayo turun sekarang!

Memang apa salahnya sih kalau aku ingin tidak memikirkan apa-apa hari ini?

Tidak ada yang salah. Cuma jangan lama-lama

Memang kenapa kalau lama-lama? Aku hanya mau memikirkan awan-awan kuning keemasan yang manis seperti harum manis.

Sudah! Jangan mengkhayal terus. Anak-anak minta dianterin les matematika. Kalau nilai mereka jelek, kan kamu juga yang malu dan repot. Mana SPP tahun depan naik. Kalau anak kita nggak naik kelas gimana?

Stop! Kamu keterlaluan!

Stop

Mmmmhhh…

Hening.

Hening

…………………………………

……………………………………………

……………………………………………………..

Aku hanya ingin hening. Tidak memikirkan apa-apa.

 

 

Bintaro, 17 Februari 2008

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s