segala tentang nikahan

Jadi, setelah menikah bulan Maret lalu ada banyak teman yang menghubungi saya untuk menanyakan referensi dekor, penyewaan baju dan perlengkapan menikah lainnya. Supaya lebih lengkap, saya akan tulis apa saja yang kami gunakan atau sewa saat menikah kemarin, ya. Semoga bisa jadi informasi bermanfaat.

Oya, sebelum membahas tentang vendor. Bagi kamu yang sedang menyiapkan pernikahan atau membayangkan gimana persiapan pernikahan. Intinya menyiapkan pernikahan itu memang ribet dan drama-drama-drama. Kenalan saya yang dikenal cuek dan praktis pun tetap panik saat waktu semakin dekat hari H. Jadi, usahakan dari awal banyak berpikir praktis dan nggak usah habiskan waktu terlalu banyak survei yang justru bikin kita kebanyakan referensi. We’re all gonna miss one or two things anyway, so keep your eyes focused. Akhirnya  nanti saat momennya benarbenar berlangsung, kita pasti akan pasrah  dan bahagia, kok. InsyaAllah. :)

1. Undangan

konsep awal kover undangan

Undangan pernikahan kami kata-kata kuncinya adalah sederhana, unik dan representatif. Untung sekali ada Maleo, si desainer grafis superberbakat yang membantu. Maleo yang memberi ide, mendesain hingga merangkai kalimat di kover undangan. Sebenarnya Maleo punya banyak ide untuk undangan ini. Rasanya pengen semua, tapi kan harus mikirin waktu dan dana. Oya, desain yang simpel nggak berarti mudah membuatnya. Kami harus pontangpanting mencari bahan plastik mika dan kertas yang mendekati keinginan. Berhubung tempat membuat undangannya juga mengaku belum pernah menerima format undangan seperti ini, maka perlu terus mengecek apakah hasilnya sesuai atau nggak. Itu saja masih nggak sesuai dengan tenggat waktu yang dijanjikan. Urusan undangan menjadi salah satu bagian yang paling drama-drama-drama saat mempersiapkan pernikahan, deh.

Aldeo Plato (Maleo): Cek situsnya di  www.aldeoplato.com 

2. Dekorasi

Nah, kalau dekorasi dari awal saya sudah pilih Rolas Decor. Sebenarnya Rolas Decor ini second line dari Suryo Decor, salah satu vendor dekorasi yang cukup populer dan -uhuk- ekslusif. Saat itu saya berpikir, meski bukan Suryo Decor paling nggak taste dari vendor dekorasinya sudah cocok dengan saya dan itu penting sekali. Saya nggak pernah suka dengan dekor yang warna-warni ramai. Harus simpel dan elegan dengan bunga yang senada. Pemilihan baju pengantin model beludru hitam-emas sebenarnya beberapa kali dianggap nggak pas dengan tema dekorasi yang saya pilih, tapi selama ini saya nggak pernah membayangkan dekorasi pernikahan yang wah dengan elemen emas di sana-sini.

Saya juga sangat keras kepala untuk menggunakan Rolas di akad nikah ini, karena selama survei saya nggak menemukan contoh dekorasi yang cocok di hati. Hasilnya puas sekali dengan dekorasi saat akad dan resepsi. :)

Rolas/Suryo Decor : CP Sulis 0818 980 4733.

3. Baju & make up

Kebaya untuk midodareni dan akad nikah saya jahit di Ibu Mien dengan harga yang (kata teman-teman, sih) terjangkau. Per kebaya sekitar Rp.350.000-Rp.400.000 lengkap dengan payet sederhana dan bustier. Saya bukan pemerhati fashion yang harus menggunakan kebaya berpotongan mewah penuh detail. Jadi rasanya percuma kalau harus menjahit di butik jahit ekslusif. Cukup pilih salah satu model kebaya yang klasik lalu bawa ke Bu Mien, deh.

Sementara baju pengantin, setelah survei ke sana-kemari akhirnya sewa di Anggun Busana karena baju pengantin model beludrunya lumayan variatif. Make up, beskap dan kain untuk keluarga juga disewa di sini.

Ibu Mien : Jl. Haji Buang, Ulujami. Jakarta Selatan. | 021 737 5975

Anggun Busana : Jl. Sultan Iskandar Muda 20 (Arteri Pd. Indah), Jakarta Selatan – sebelah Paregu | 021 729 4430

4. Souvenir

Souvenir itu kata-kata kuncinya simpel dan praktis. Meski souvenir hanya sebuah notebook mungil, tapi desainnya harus mewakili kami dan bentuknya harus kecil sehingga mudah dikantongi. Berapa kali sih kita mengeluh bahkan memilih meninggalkan souvenir di tempat resepsi karena bentuknya yang terlalu besar dan membuatnya tak bisa masuk kantong atau tas pesta? Nah, mudah-mudahan si souvenir kecil ini nggak merepotkan tamu. Tentang desainnya, tentu merepresentasikan kami. Di dalamnya juga ada kalimat yang akrab dengan kami berdua, sepotong lirik dari lagu “Surrender” milik Float. “To the future we surrender, life’s to live and love’s to love“. Souvenir yang terdiri dari lima warna ini didesain dan diproduksi oleh Putri (@putrisantoso) dan Ojan dari Nest of Ojanto. Mereka juga yang memberi ide kantong kertas coklat lucu daripada kantong renda yang tentunya “terlalu imut” buat kami.

Nest of Ojanto : Putri/Ojan di blognya

5. Catering

Ini salah satu pemilihan vendor yang pertama kami lakukan. Supaya nggak pusing, kami langsung minta rekomendasi dari teman-teman dari daftar rekanan catering yang ada. Dari tiga nama, masing-masing kami coba dan bandingkan. Akhirnya pilihan jatuh ke Caterindo.

Caterindo : Jl. Mampang Prapatan XIV/29C. CP mba Endah | 0815 912 6844 / 021 918 50633

6. Musik & MC

MC-nya sih teman dan saudara sendiri, Rio dari Trax FM dan Dinda dari HardRock FM yang meski bukan penyiar ternyata menyimpan bakat MC. Terimakasih banyak Rio & Dinda :D

Sementara musik kami memilih mas Totok dan kawan-kawan yang memang teman dari suami. Mas Totok bisa membawakan berbagai lagu dengan unik. Formatnya akustik, jadi tetap membuat tamu nyaman mengobrol. Setelah Mas Totok, ada The Trees and The Wild (@ttatw) yang memang band favorit berdua. Nggak seperti band nikahan pada umumnya, mereka memang diminta dengan senang hati untuk membawakan lagu-lagu sendiri karena album mereka, ‘Rasuk’ memang majikal! Lalu, penghibur ketiga adalah Float. Sampai Float di stage, saya nggak tahu kalau mereka akan main karena ini ‘suprise wedding present’. Saya sudah hampir histeris karena ini band favorit lokal saya selama ini dan saya nggak pernah dapat kesempatan untuk nonton mereka langsung. Vokal dari bang Hotma nggak usah ditanya lagi, banyak yang terkagumkagum saat dia unjuk suara, “wah, kok bisa ya orang ini suaranya kayak begini?”.

7. Foto-foto

Nah, untuk foto pre-wedding kami menggamit Erick (erickdc). Kata-kata kuncinya : nggak mau frontal apalagi foto berpelukan menunjuk langit. Jadi, seperti ini hasilnya.

dan yang ini foto “bonus” dan melenceng dari konsep. Hanya saja, lokasi yang nggak disangka (ditemukan saat sedang cari toilet) malah jadi sering ditanya orang. Ini warung-warung di masjid yang ada di Puncak Pass saja, saudara-saudara.

Sebenarnya yang namanya foto prewed kan bisa apa saja. Kalau teman-teman yang memang desainer grafis, biasanya foto prewednya pun jadi artwork superkeren. Berhubung kami bukan desainer grafis, jadi kami menodong teman-teman saja untuk membuatkan artwork. Biar nggak ngerepotin, kami kasih foto-foto sebagai bahannya. Ada Zaky, Lala, Sakti, Nady dan Adit. Terimakasih banyak kawankawan sayang. :D

sebagian karya temanteman di rumah kami

Erick DC : cek di facebook page-nya