list.o.grafi
halaman ini akan diisi ‘daftar-daftar’ versi saya :)
*
tempat (luar Indonesia) yang ingin dikunjungi
- Maroko
- Yunani
- Irlandia
- Turki
- Mesir
***
Tempat di Indonesia yang ingin dikunjungi
- Bintan, Kepulauan Riau
[karena saya menghabiskan masa kecil di sana]
- Kepulauan Gili, Lombok
[karena saya terobsesi dengan pantai dan laut]
- Raja Ampat, Papua
[karena saya terobsesi dengan pantai dan laut]
- Toraja, Sulawesi Selatan
[karena saya ingin ke sana lagi, untuk ketiga kalinya]
- Solo, Yogyakarta, Salatiga. Jawa Tengah
[karena jika bicara 'pulang', saya sudah terbiasa diingatkan dengan tiga kota ini]
***
Aktivitas kesenangan saat tumbuh
- menggambar pasar malam atau taman ria
- berbaring di atas kap mobil memandang langit malam dan belajar yang mana biduk besar dan yang mana biduk kecil. mana bintang dan mana planet
- naik sepeda sepanjang sore dan meluncur super cepat di turunan
- memanjat pohon dan saya harus duduk paling tinggi daripada teman-teman
- membuat denah rumah lengkap dengan sisi depan dan samping rumah [hei, ada satu contoh yang berhasil saya selamatkan ;) tapi denahnya hilang. maaf bentuknya mungkin 'naif' ]
- menonton video-video band atau penyanyi favorit berkalikali setiap hari tanpa bosan


- membuat bola-bola coklat dengan remukan marie regal, susu kental manis dan meses. sepertinya ini pengalaman awal saya dalam membuat santapan ;)
- membaca, membaca dan membaca apa saja. Entah karena Ibu saya memang suka membaca, atau (seperti alasan beliau) tinggal di luar Jawa membuat Ibu saya merasa wajib melebarkan akses informasi dengan berlangganan berbagai majalah dan koran. Setiap anggota keluarga “berhak” berlangganan majalah. Akhirnya, Ibu, saya dan kakak saya selalu terbiasa membaca majalah pilihan sendiri dan majalah-majalah pilihan anggota keluarga lain hingga sekarang.
***
Aktivitas pagi
- Minum minimal dua gelas penuh air putih sambil berdoa
- Mengobrol dengan keluarga
- Menyeruput kopi hangat aroma mint
- sarapan dengan roti panggang plus selai stoberi, atau masakan yang dibuat Ibu
- Membaca majalah atau koran. Jika itu hari Sabtu atau Minggu, berarti harus sedikit ‘rebutan’ koran.
***
Konser yang ingin ditonton
- U2
- Sting
- Radiohead
- Coldplay
- John Mayer
- Snow Patrol
- Foo Fighters
- Ben Folds Five
- 311
- New Order
***
Lagu David Gray favorit
1. Please Forgive Me
Help me out here.All my words are falling short.And there’s so much I want to say.Want to tell you just how good it feels.When you look at me that way
2. Babylon
the love that i was giving you was never in doubt.let go your heart,let go your head.and feel it now.
3. This Year’s Love
So whose to worry if our hearts get torn. When that hurt gets thrown.Don’t you know this life goes on.And won’t you kiss me on that midnight street. Sweep me off my feet. Singing ain’t this life..so sweet
4. January Rain
5. Fugitive
When will you realize my friend.Love in the end now you cant take it well.Gotta live
***
Album-album sakti
Saya penikmat musik yang kebetulan tergila-gila sama musik. Mendengarkan album seperti “tamasya batin” yang menyenangkan, apalagi kalo albumnya bisa membuat saya “bertamasya” berkali-kali.
Sekarang saya mau ngebahas album-album yang impresif. Tentu saja impresif menurut saya, karena bagaimanapun penilaian musik sangat subjektif. Impresif di sini bisa saja berarti keseluruhan tracks di album tersebut, atau sebagian. Yang jelas album-album ini yang membuka mata saya di era awal saya menikmati musik. Daftar album ini sebenarnya dibuat hampir tiga tahun lalu, sempat dimasukkan ke note Facebook dan sepertinya cocok dimasukkan di list.o.grafi : )
- U2 – The Joshua Tree
Standar?Ya, mungkin aja standar, tapi album ini tidak akan terdengar standar di kuping anak perempuan berumur 11 tahun yang baru akan naik kelas 6 SD. Intro gitar The Edge di track pertama berhasil membuat anak perempuan ini terus mengingat momen “first encounter” itu hingga sekarang. Selanjutnya, bisa ditebak. Anak perempuan ini memutar The Joshua Tree berkali-kali, membeli album U2 pertamanya, ‘Zooropa’ dan terinfeksi film dokumenter U2 “Rattle and Hum”. Yup, ia bisa menonton film itu setiap hari selama sebulan, dan tidak peduli dengan laki-laki lain selain Bono, The Edge, Adam dan Larry.
Album ini memang termasuk klasik. Tidak hanya untuk penggemar U2, tapi juga pendengar musik (rock). Meski pada akhirnya saya lebih menyukai album U2 yang lain (akan saya bahas di bawah), tapi album ini yang membawa saya ke karya-karya U2 yang lain. Bagi saya, tidak ada lagu U2 lain yang bisa mengalahkan atmosfir “Where The Streets Have No Name” saat dibawakan di konser.
- Enya – Sheperd Moons
Saya mungkin tidak terlalu betah mendengarkan musik klasik yang kata orang indah dan bisa menenangkan jiwa saat sedang suntuk, tapi lagu-lagu Enya sukses membuat hati saya jadi dingin lagi saat emosi saya sedang negatif. Ini album pertama Enya yang saya dengarkan, dan (lagi-lagi) sejak itu saya mencoba untuk mendalami album-album Enya yang lain, tapi buat saya album ini tetap album Enya yang terbaik. Selain bikin saya penasaran dengan albumnya yang lain, album ini juga bikin saya suka dengan lagu-lagu film seperti Gladiator, Titanic atau Apollo 13.
- The Police – Greatest Hits
Lagi-lagi album standar, tapi untuk ABG yang masih duduk di SMP, menemukan lagu-lagu keren yang ternyata diproduksi saat ia masih bayi atau bahkan belum lahir tentunya bukan hal biasa. Awalnya saya pinjam album ini dari teman saya, lalu memutuskan untuk beli sendiri. Album ini yang membawa saya menjadi salah satu penggemar Sting.
- New Order – The Best Of
Saya mulai kenal New Order sejak SMP lewat album ini. Tidak semua tracks saya dengar, tapi lagu-lagu seperti “Regret”, “1963”, “True Faith” atau “Bizarre Love Triangle” sudah cukup bikin saya melek dan penasaran sama musik di dekade 80an. Lagu-lagu album ini mulai menginvasi otak saya dan cukup mempengaruhi selera saya dalam memilih mana musik yang saya suka dan mana yang nggak.
- Filter – Title of Record
Sebenarnya perkenalan saya dengan Filter nggak akan ada tanpa Nine Inch Nails. Mulai kenal Nine Inch Nails sendiri saat kelas dua SMP, tapi saya bukan orang yang sangat mengikuti band ini. Dulu sempet semangat mengikuti, tapi karena albumnya agak-agak susah didapat dan mahal untuk ukuran anak sekolah, jadi keinginan untuk mendalami Nine Inch Nails terpaksa mentok di tengah jalan.
Kembali ke Filter. Filter sendiri dibuat oleh Richard Patrick, mantan gitaris Nine Inch Nails. Alirannya sendiri seperti campuran antara Nine Inch Nails dan Jane’s Addiction, jadi cukup “ramah” untuk mereka yang tidak terlalu menerima industrial. Memang, untuk yang suka Nine Inch Nails, album ini akan terasa “main-main “ dan ringan sekali. Bahkan mungkin terkesan dangkal untuk mereka yang suka industrial Tapi buat saya album ini enak banget untuk didengarkan di jalan. Tidak terlalu “panas’, tapi juga nggak bikin ngantuk. Lagu favorit saya “The Best Things”.
- Ben Folds Five – Whatever and Ever Amen
Band ini jenius! Di antara serbuan band-band alternatif, Ben Folds Five dateng dengan konsep yang bener-bener beda. Pertama kali tertarik dengan band ini pas ngeliat video mereka, “One angry Face and 200 solemn faces are you” di ‘MTV Alternative Nation’. Sejak itu, album ini masuk ke dalam daftar album yang setia ngendon di walkman saya saat SMA. Ben Folds Five sendiri sudah bubar, tapi pentolannya, Ben Folds tetep produktif dan warna musik di album-albumnya juga tidak jauh beda dengan Ben Folds Five.
- U2 – Achtung Baby
Setelah mendengarkan The Joshua Tree(1987), saya mencoba mendalami Zooropa(1993) dulu, baru kemudian dengerin Achtung Baby(1991). Cara mendengarkan album yang tidak sesuai urutan tahun rilis itu ternyata membuat saya jadi susah untuk khusyuk menikmati, karena antara The Joshua Tree dan Zooropa tuh seperti ponsel CDMA standar dengan ponsel GSM lengkap dengan 3G. The Joshua Tree lebih sederhana dengan sentuhan rock dan country, Zooropa justru sangat elektronik. Setelah mendengarkan Achtung Baby, barulah saya bisa menikmati Zooropa.
- Ost. Romeo and Juliet
Siapa sih yang ga nonton film ini waktu jaman SMP dulu?Di luar filmnya yang punya konsep unik, soundtracks di film ini juga keren. Banyak banget tracks keren di sini, mulai dari “#1 Crush” Garbage, “Angel” Gavin Friday, “Talk Show Host” Radiohead, “Local God” Everclear dan ‘You and Me Song”-nya Wannadies.
- 311 – self titled (Blue Album)
Sebenarnya saya dapat album ini bukan karena beli, tapi dikasih sama temen saya waktu jaman SMP. Terima kasih untuk teman baik saya itu. Well, siapa sih yang nggak excited pas dengerin lagu ‘Down’ atau ‘All Mixed Up’ pertama kali? Musiknya beda, lagunya keren dan catchy, vokalnya unik. Mantep banget, deh pokoknya. Sampe sekarang, saya tetep cinta Nick Hexum, he’s one of the coolest vocalists I’ve ever known ;)
- Sting – Ten Summoner’s Tales
Saya mulai dapet “mata kuliah Sting” sekitar SMA. Album yang bikin saya jatuh cinta sama Sting adalah Ten Summoner’s Tales. Lagu-lagunya keren, variatif dan liriknya unik (dan kadang malah bikin kita ketawa sendiri soalnya kocak). Kebetulan waktu itu saya juga punya VCD (yep, VCD. Masih jaman VCD waktu itu) yang isinya pembuatan album ini. Alhasil, hampir setiap hari (ya, ini nggak dilebih-lebihkan) saya nonton VCD ini. Melototin Sting, Dominic Miller, Kenny Kirkland dan Vinnie Colaiuta di studio. Ini format Sting dengan band yang ini jadi salah satu konser impian saya, tapi sekarang bisa dibilang Cuma Dominic Miller aja yang setia but it’s okay. Ayo Om Sting, datang lah ke Jakarta lagi.
Selain sepuluh album tadi, masih banyak album sakti lain yang saya temukan seperti album-album R.E.M., The Smashing Pumpkins, Soundgarden, Coldplay, Elvis Presley (Yes, I did listen to Elvis), The Beatles, The Cure, Dewa, Padi, Sore sampai Remy Shand atau John Mayer. Tapi ini kan sedang ngomongin tentang sepuluh album canggih yang saya temukan di era mulai kenal musik ;)
***
10 Album Canggih versi ‘Bintaro-Depok-Bintaro’
Ini sepuluh album yang saya dengarkan ketika kuliah. Makanya saya sebut Bintaro-Depok-Bintaro karena saya tinggal di Bintaro dan menuntut ilmu (plus nongkrong di Takor) di FISIP UI Depok :p
1. Relish – Wildflowers
Oh yes, that ‘You I’m thinking Of’ one hit wonder . Buat saya mengingatkan dengan masa semester satu kuliah dengan jas kuning. Sebenarnya materi lain di album (satu-satunya mereka) ini juga banyak yang bagus. Coba dengarkan ’Rainbow Zephyr’, ’Let It Fly’ atau ’Everyday’s Precious’. Mau sedikit ”kontemplatif”? putar ‘Little Flame’ atau ‘All is Forgiven’.
2. Tears For Fears – Tears Roll Down (Greatest Hits 82-92)
Iya, saya tahu album ini memang tidak dirilis di kurun 2000an, tapi album ini sempat lama banget ’nyemplung’ di rak CD mobil. Nggak ada yang lebih menyenangkan ketika berangkat ke kampus mendengarkan ’Everybody Wants to Rule The World’. Lagu ‘Sowing The Seeds of Love’ selain enak buat sing-a-long juga penuh makna. Selain itu saya suka ‘Head over Heels’ dan ‘Woman in Chain’.
3. Extreme – The Best Of Extreme: An Accidental Collocation Of Atoms
Nah, ini salah satu album ‘best of’ yang semua tracks-nya saya suka. Satu waktu saya bisa muter ‘Decadence Dance’ dan ’Get The Funk Out’ berulang kali, namun di waktu lain ‘Tragic Comic’ dan ‘Am I Ever Gonna Change’. Makanya saya jadi super girang waktu Nuno Bettencourt, dkk main di Jakarta akhir tahun lalu, karena salah satu wishlist konser saya kesampaian. Well, sebenarnya bisa dibilang Extreme nggak masuk hitungan karena waktu itu setahu saya band canggih ini sudah bubar. Ini salah satu album yang paling asik kalau didengerin di mobil sendirian lalu melaju dengan kecepatan tinggi di tol Simatupang.
4. Nine Inch Nails – Things Falling Apart
Sabtu pagi jam tujuh harus berangkat kuliah? Butuh booster supaya semangat? Nah, ini resep saya, masukkan CD ’Things Falling Apart’ lalu mainkan tiga tracks ’Starfuckers Inc.’. Yes, tiga tracks karena lagu ini ada tiga versi remix. Mulai dari yang lebih industrial sampai ke elektronik. Dijamin semangat dan waktu tempuh Bintaro ke Depok menjadi sekitar 20 menit saja. Pas kan tiga lagu? ;) Ya, sejujurnya saya nggak terlalu mendengarkan tracks yang lain. Tiga versi ’Starfuckers Inc.’ saja sudah cukup ”ramai”.
5. Texas – The Greatest Hits
Sepertinya daftar albumnya kali ini banyak yang ’best of’ :) Nah, ini juga salah satu album yang hampir semua tracks-nya saya suka (kecuali Summer Son dan Insane. Nggak tahu kenapa). Salah satu favorit adalah lagu cover Al Green, ’Tired of Being Alone’. Kaset album (yes, kaset) ini sering saya putar di kamar saat weekend trus ikutan nyanyi nggak karuan. Akhirnya saat saya ulang tahun, kakak saya menghadiahkan CD album ini lengkap dengan bonus DVD live in Paris. Btw, I think Sharleen Spiteri is one of the coolest vocalists i’ve ever known. I am a fan of her.
6. John Mayer – Room for Squares
Inget banget pertama kali nonton video ‘No Such Thing’ di MTV sekitar bulan Maret 2002. Kebetulan waktu itu masih jarang penyanyi solo pria bergitar. Biasanya penyanyi solo pria itu muncul dari genre R n’ B. Gara-gara video itu jadi penasaran banget sama John Mayer. Albumnya susah dicari. Sampai bela-belain beli album soundtrack Serendipity karena ada lagu ’83’. Sampai Agustus 2002, namanya belum juga dikenal di Jakarta. Nah, pas single’ Your Body is Wonderland’ muncul, baru tuh album ini ada di toko-toko kaset. Tracks favorit saya ’Neon’ dan ’Why Georgia’.
7. Chantal Kreviazuk – Colour Moving and Still
Saya sangat sangat sangat suka album ini. Satu-satunya album Chantal Kreviazuk yang saya punya. Orang lebih familiar dengan lagu ’Leavin on a Jet Plane’-nya, padahal banyak lagu (karya aslinya) yang bagus. Lagu-lagu di album ini bisa merepresentasikan banyak mood. Kalau sedang senang, putar ”Before You”. Sedang melankolis, pasang ”Until We Die”. Ada lagu cover The Beatles juga, ”In My Life”.
8. Jason Mraz – Waiting For a Rocket to Come
Maafkan saya tapi untuk album ini saya hanya punya CD bajakan karena waktu itu super duper susah dicari. Saya sampai khusus pesan di Kober (ooops..canggih juga abang-abang Kober) untuk dapat CD ini. Saya suka album ini karena jenis musiknya bermacam-macam. Sedikit mengingatkan dengan Sting yang menawarkan berbagai macam genre dalam satu album. Hebatnya, baik Sting atau Mraz tetap nggak kehilangan jati diri. Di album ini ada pop, folk, country dan sedikit jazz. Saya suka sekali track ’Sleep All Day’ dan ’No Stopping Us’.
9. Chicane – Behind The Sun
Genre-nya memang agak lompat. Trance. Pertama kali suka Chicane karena lagu ’No Ordinary Morning’ yang super ciamik itu. Memang nggak semua track didengarkan. Selain ’No Ordinary Morning’, paling suka dengan ’Autumn Tactics’ dan ’Andromeda’. Enak buat kapan aja. Pas pagi-pagi, sabtu siang yang panas menyengat atau malam hari.
10. Snow Patrol – Final Straw
Kalau sedang lelah dengan musik yang terlalu gemuruh, atau terlalu ngantuk mendengar yang pelan. Berarti waktunya mendengarkan Snow Patrol. Rock, sederhana dan sedikit mengingatkan masa 90an. Liriknya juga nggak aneh-aneh. Well, mungkin salah satu alasan kenapa suka dengan album ini karena produsernya Jacknife Lee, produser U2 untuk album ’How to Dismantle an Atomic Bomb’ :p
Setelah dipikir-pikir, ternyata waktu kuliah juga lebih banyak bikin CD kompilasi sendiri jadi album yang didengerin nggak terlalu banyak. Tapi kira-kira begitulah daftar album yang dikonsumsi kuping saya kurun waktu 2001 hingga 2007. Masih banyak album dan lagu lain yang didengerin, seperti The Radio Dept., Dave Matthews Band, Keane, Coldplay, Placebo, Sore, Mew, Sterephonics sampai Incubus. Cuma jadi panjang kalau dimasukin semua. So, tell me what’s yours?
***
hal terenak di hari minggu
Hari Minggu identik dengan santai. Hari di mana kata ‘buruburu’ atau ‘cepatcepat’ tidak dikenal. Biasanya, lalulintas kota Jakarta juga lebih lengang di hari ini. Mungkin rata-rata manusianya lebih memilih untuk menempel di kasur atau sofa rumah masing-masing. Jadi, aktivitas hari Minggu itu memang harus menyenangkan dan adem. Kegiatan-kegiatan yang membuat kita tersenyum atau bernafas lega setelahnya. Kalau saya, ini hal terenak di hari Minggu saya selama ini.
1. Jalanjalan menyusuri Jakarta
Lebih sering sendiri dibanding berdua atau bertiga. Biasanya saya naik feeder bus dari komplek rumah saya ke Jl. Sudirman lalu naik Trans Jakarta. Suasana Trans Jakarta tentu nggak sepadat hari kerja. Saya bisa duduk leluasa, dengan earphone bertengger di kuping dan turun di mana pun saya mau. Kadang saya turun di halte Stasiun Kota lalu jalan-jalan di taman Fatahillah, motret sanasini, mengamati orangorang lalu makan bakso. Kadang saya turun di Museum Gajah, masuk ke dalam dan menikmati suasana. Kadang saya memutuskan pindah jalur dan membiarkan Trans Jakarta membawa saya melewati daerah Kwitang.

2. baca baca dan baca
Sebenarnya tidak perlu menunggu hari Minggu untuk membaca buku baru atau bacaan favorit yang sudah saya baca entah berapa kali. Membayangkan membaca cerpen karangan Umar Kayam di minggu siang mendung saja sudah menyenangkan. Ditemani teh hangat atau kopi susu.
3. sarapan masakan Ibu
Ibu saya suka memasak hidangan yang disukai anggota keluarga di Minggu pagi. Biasanya spaghetti bolognese, nasi uduk atau pernah juga risotto denagn sayuran berlimpah. Semuanya enak dan bikin Minggu jadi lebih manis.
4. jalanjalan dengan keponakan
Ini baru saya lakukan beberapa waktu lalu dan rasanya menyenangkan sekali. Makan siang bareng pacar, abang saya dan tiga keponakan kami yang nggak bisa kalem. Pokoknya, saya harus melakukannya lebih sering lagi. Mungkin mengajak mereka ke toko buku, kolam renang atau piknik di Monas. Saya sudah dua kali piknik di Monas, ternyata bikin hepi.
5. makan dan jalantanpatujuan
Ini sangat manis untuk dilakukan di hari Minggu maupun Sabtu. Namun biasanya lalulintas Sabtu nggak bersahabat jadi Minggu adalah pilihan hari yang tepat. Mencoba tempat makan yang belum pernah dikunjungi sebelumnya. Jalanjalan dengan mobil keliling kota supaya lebih kenal Jakarta.
***
hal yang terbayang saat berpikir tentang rumah | februari 2011
1. Sofa suede yang empuk
2. kasur hangat dengan sprei halus dan rak di sebelahnya
3. kamar mandi dengan music player dan bukubuku
4. pemandangan ruang terbuka yang indah
5. satu pohon diluar rumah
6. rumput hijau
7. poster musik, film dan seni
8. bingkai-bingkai foto perjalanan
9. broken white coklat biru hijau lemon dan abu
10. memasak istimewa di akhir pekan
11. ruang nyaman untuk untuk bekerja dan berkreasi
ps: daftar ini saya buat setengah tahun lalu dan saya lupa belum menunjukkannya ke calon partner seumur hidup saya itu. :D
***
hujan adalah saat tepat | oktober 2011
1. banyak menulis
2. banyak makan
3. banyak mendengar lagu
4. memeluk orang tersayang















hihi gambar rumahnya ngarsitek sekali neng :)
wah komentarnya datang dr arsitek!
*tersipu
Menggambar pasar malam. Menarik! Siapakah yang sekarang masih peduli pasar malam, selain bazaar di mal? ;)
Banyak daftar keinginan, itu pertanda kehidupan. :)
mungkin itu gabungan antara kilasan-kilasan yang beberapa kali dilihat di bacaan waktu kecil dan rasa rindu dengan pasar malam :)
terimakasih susah mampir Paman :D
[...] karena itu saya membuat listografi. selain untuk menyenangkan diri sendiri dan mencatat apapun yang saya suka dan saya inginkan, [...]
Eh di atas ada paman.. :) suka suka suka listografi ini!! Ini tuh menurutku virgo banget. Nyahahaha.. :D
virgo suka membuat berbagai daftar ya neeeng :D
apalagi kalo wishlist trus berhasil kasih tanda contreng. senang rasanya hamba !
OST Romeo & Juliet! Memang salah satu album soundtrack terbaik jg versi gue x)
Film film Baz Luhrmann soundtracknya memang selalu top
yup! one of the best soundtracks ever! :)
[...] list.o.grafi [...]
Nikeee.. jadi inget jaman kuliah waktu kita ngga pernah bisa membiarkan halaman belakang buku catatan kita kosong, penuuh dengan coretan, tulisan, gambar, anything, hehe..
always gave a space to doodle :) enya, kamu ke mana aja? sudah lama tak bertemu..
hi, lagi blogwalking terus nyasar kesini :)
loving the list, especially :
1. Ben Folds Five (konsernya di Indonesia kemaren membuat gw bisa nyoret urutan teratas bucket list gw)
2. telentang, kap mobil, bintang.
3. ost romeo & juliet
4. gili, yunani, maroko, raja ampat
semoga tercapai semua di listnyaaaa :)
terima kasih sudah mampir! :) yup, magis banget konser ben folds waktu itu, ya. membayangkannya saja sudah merinding.
sampai sekarang masih suka nyengir kalo inget momen dimana bisa ikut acapella horn section di lagu army :’)
sampai sekarang masih ingat euforianya, ya. :D