ada dan sempurna
September 14th, 2008 § 9 Comments
dan durata berkata
“aku butuh seseorang, amalea”
“seseorang seperti apa yang kamu butuhkan?”
“ia tidak harus sempurna, tapi ia harus ada”
“bukankah orang-orang selalu menginginkan orang yang sempurna?”
“tidak dengan aku, amalea. aku tidak butuh yang sempurna. aku butuh yang ada”
“bukankah menyenangkan jika kamu memiliki seseorang yang sesuai dengan harapanmu, durata?”
“itu tidak akan terjadi. kamu tahu, aku selalu berubah. jika ia adalah yang sempurna bagiku saat ini, apakah ia akan menjadi yang sempurna bagiku esok hari?”
“namun paling tidak kamu tahu bahwa ia pernah sesuai dengan harapanmu, durata”
“dan kemudian kecewa karena ternyata ia cacat dan tidak lagi masuk dalam kategori sempurna bagiku”
“lalu siapa yang kau inginkan, durata?”
“seseorang yang ada”
“supaya kamu bisa bahagia?”
“aku tidak perlu bahagia. hidup itu tidak selalu bahagia, amalea”
“namun bukankah itu yang sering menjadi tujuan manusia dalam hidup? bahagia”
“dan kemudian mereka kecewa karena hidup tidak selalu bahagia, karena hidup memang tidak hanya bahagia”
“maksudmu mereka buta?”
“ya, menurutku mereka tak memahami bahwa hidup tidak hanya bahagia”
“lalu kamu tidak ingin bahagia, durata?”
“apa kebahagiaan itu, amalea?”
“kebahagiaan itu ketika kamu merasa semua telah kamu raih”
“apakah kamu percaya kamu bisa meraih semuanya?”
amalea diam
“aku tidak ingin bahagia. aku tidak ingin terendam kesedihan. aku ingin memahami bahwa hidup itu ada bahagia namun ada sedih. ada kosong namun ada saat di mana semua terasa luber. aku hanya ingin memahami bahwa aku ada, dan dia. seseorang itu. dia juga ada”
“kamu tidak perlu bahagia?”
“aku tidak perlu bahagia. aku hanya perlu ada”
“dan seseorang itu…”
“ia juga hanya perlu ada. tak perlu sempurna. namun ada”
amalea kembali diam. matanya bening berair menebal.
“aku ada, amalea. kamu juga ada”
dan malam ini
hening berkejaran dengan gemuruh di hati amalea
dan durata merasa damai
karena ia tahu
ia tahu ini hanya guguran dalam hidupnya
dan mereka ada
–
Bintaro, 14 September 2008
“aku tidak ingin bahagia. aku tidak ingin terendam kesedihan. aku ingin memahami bahwa hidup itu ada bahagia namun ada sedih. ada kosong namun ada saat di mana semua terasa luber. aku hanya ingin memahami bahwa aku ada, dan dia. seseorang itu. dia juga ada”
–> nikeee… kalimat ini bagus banget :)
terima kasih, enya :)
kebahagiaan itu ketika kamu merasa semua telah kamu raih…
Love this one!!!
kebahagiaan itu ada ketika telah tak ada lagi asa yg ‘merasa sudah-ada’.cukup ini,saat ini,berada di sini,untukku,hidup ini.Tuhan Yang Maha Pengasih.. (tanggapan?please email at farizi16find@gmail.com)
tidak ada sesuatu yang akan selalu ada bukan?
Jika semua orang mengerti hidup itu tak akan selalu bahagia, mungkin tak akan ada yang stress atau sakit jiwa….:D
Kita akan ada jika kita berguna untuk orang lain..
iya, bisa jadi begitu.
jika saja semua orang mengerti bahwa hidup diterima apa adanya.
ADA!yaitu saat kau merasakan ‘keberadaamu’ ada di dirimu.. Rasakan saja,niscaya tak akan ada melebihi ini..
jadi ingat puisi sapardi, “kukirimkan padamu”.
bagi saya, bahagia berarti merasa cukup