
Seribu Rupa
June 19, 2008Manusia seribu rupa
Sungguh tidak tertera
Tersenyum polos
Lalu menyeringai kasar
Menatap kosong
Lalu tertawa lepas
Terkadang bingung
Terkadang sinis
Terkadang menggelegak
Seperti ada energi yang terus memompa
Lalu diam
dan bertanya
“Bagaimana dengan kamu?”
–
Sekitar Bintaro, Awal Februari 2008
salam kenal. banyak puisi-puisi di sini. kubaca-baca dulu ya!
selamat menikmati
wah puisinya bagus,,saya pengen bisa nulis puisi neh
Seribu rupa? Atau Seribu sifat?? Atau seribu sifat itu menjelma ke dalam rupa manusia??
Ah, manusia memang cerdas.. mengkombinasikan sifat dan rupa
mempermutasikan rupa dan sifat
Senyum di bibir dengan dendam di hati..
Keberingasan di wajah dengan kelembutan di sanubari..
Manusia memang cerdas..
@ ika : terima kasih, ika
@ taliguci : mungkin seribu sifat yg akhirnya trgamparkan lewat rupa, atau justru satu sifat yang memang sengaja ingin ditutupi dengan menggunakan seribu rupa sehingga orang bingung apa sifat sebenarnya
Aku suka dengan puisi – puisi nya
itulah kamuflase yang sering terjadi dimuka bumi ini, sehingga seringkali orang lupa untuk mengenali diri sendiri……., semoga itu tidak terjadi pada kita ya….
@ eti : terima kasih. ya, mudah-mudahan orang-orang seperti ini tidak semakin banyak atau paling nggak kita dikasih “kemampuan” untuk mengenalinya.